Pentagon Sebut Russia Gunakan Rudal Balistik Korea Utara di Ukraina
📅 Jumat, 31 Mei 2024, 11:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: CNA/Reuters
WASHINGTON - Russia menggunakan rudal balistik Korea Utara di Ukraina, sebuah laporan baru Pentagon mengatakan, mengutip analisis puing-puing untuk mengkonfirmasi tuduhan lama bahwa Pyongyang telah mengirim senjata ke Moskow.
Laporan Badan Intelijen Pertahanan (DIA) Pentagon menggunakan citra sumber terbuka untuk mengonfirmasi bahwa puing-puing yang ditemukan di wilayah Kharkiv Ukraina pada bulan Januari tahun ini berasal dari rudal balistik jarak pendek buatan Korea Utara.
"Analisis mengkonfirmasi bahwa Russia menggunakan rudal balistik yang diproduksi di Korea Utara dalam perang melawan Ukraina," kata DIA dalam sebuah pernyataan yang dirilis bersama laporan tersebut pada hari Rabu (29/5) .
"Puing-puing rudal Korea Utara ditemukan di seluruh Ukraina," tambahnya.
Korea Selatan menuduh Pyongyang mengirim ribuan kontainer amunisi ke Russia, yang melanggar sanksi PBB terhadap kedua negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bulan ini membantah tuduhan bahwa Pyongyang mengirimkan senjata ke Rusia, dan menyebut klaim tersebut "tidak masuk akal".
Pyongyang "tidak mempunyai niat untuk mengekspor kemampuan teknis militer kami ke negara mana pun," kata Kim Yo Jong.
Namun para ahli berpendapat bahwa uji coba baru-baru ini - yang menunjukkan Korea Utara berulang kali menembakkan roket, rudal jelajah dan rudal balistik - mungkin merupakan senjata yang ditujukan untuk digunakan di medan perang di Ukraina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan DIA membandingkan gambar di media pemerintah Korea Utara dengan foto lain yang menunjukkan puing-puing rudal di wilayah Kharkiv, Ukraina pada bulan Januari.
Bukti Jelas
Foto-foto yang ditampilkan dalam laporan tersebut dirilis oleh Korea Utara dan memperlihatkan Kim mengunjungi pabrik-pabrik militer pada bulan Agustus tahun lalu untuk memeriksa rudal taktis dan kendaraan peluncur negara tersebut, kata Hong Min, seorang analis senior di Institut Korea untuk Unifikasi Nasional di Seoul.
"Mereka tampaknya memberikan bukti jelas bahwa senjata tersebut digunakan dalam serangan terhadap Ukraina, dan dengan jelas menunjukkan bahwa pernyataan Kim Yo Jong baru-baru ini yang menyangkal transfer senjata Rusia adalah pernyataan yang salah," kata Hong kepada AFP.
Uji coba besar-besaran yang dilakukan Korea Utara, termasuk memamerkan produksi skala besar dan kemampuan operasional persenjataannya, "tampaknya menjadi bagian dari upaya untuk memasok senjata tambahan ke Russia menjelang kunjungan Presiden (Vladimir) Putin ke Korea Utara," tambahnya.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan kepada AFP, pihaknya tidak dapat memberikan komentar mengenai laporan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!