Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Negara-negara Barat Mendorong Kesepakatan Tanggap Pandemi pada Pertemuan WHO

📅 Kamis, 30 Mei 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Negara-negara Barat Mendorong Kesepakatan Tanggap Pandemi pada Pertemuan WHO Doc: istimewa
Ket. Logo WHO di kantor pusatnya di Jenewa, Swiss, 2 Februari 2023.

JENEWA - Negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Prancis, dan Jerman mendorong pencapaian kesepakatan untuk meningkatkan respons pandemi pada pertemuan besar Organisasi Kesehatan Dunia atauWorld Health Organization (WHO) pada Selasa (28/5), setelah minggu lalunegara-negara gagal menyelesaikan pembahasan.

Dikutip dariThe Straits Times, tidak ada kesepakatan yang dicapai mengenai perjanjian tersebut dan Majelis Kesehatan Dunia diadakan minggu ini dengan perpecahan yang mendalam dan perselisihan antara negara-negara kaya dan miskin mengenai isu-isu seperti pembagian vaksin dan pendanaan, dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk diselesaikan.

Namun, kesepakatan paralel mengenai pembaruan peraturan kesehatan yang mengikat secara hukum yang dikenal dengan Peraturan Kesehatan Internasional atauInternational Health Regulations (IHR) yang mencakup sistem peringatan baru dan berjenjang untuk keadaan darurat kesehatan global, dipandang dapat dicapai.

"Permintaan saya di sini adalah mari kita fokus pada IHR sehingga kita dapat mencapai kesuksesan karena hal ini telah memberikan perlindungan yang jauh lebih baik bagi dunia," kata Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach, pada pertemuan tahunan 194 negara anggota WHO.

"Jika kita melakukan ini, kita semua akan menjadi bagian dari peluang bersejarah dan kita akan memanfaatkannya," katanya, seraya mendesak perundingan perjanjian pandemi juga diselesaikan dalam waktu satu tahun.

Prancis, Norwegia, Irlandia, dan Amerika Serikat pada hari Selasa juga menyerukan kesepakatan IHR minggu ini.

Beberapa negara tampaknya mempertanyakan pendekatan ini. Uganda dan Tanzania menyerukan agar IHR dan perjanjian tersebut ditangani bersama-sama, sehingga mengisyaratkan perlunya memperpanjang kedua perundingan tersebut.

Untuk melawan apa yang mereka lihat sebagai penimbunan di era Covid, negara-negara Afrika sedang mencari sistem baru yang akan mencadangkan setidaknya 20 persen tes, pengobatan, dan vaksin untuk negara-negara miskin di antara reformasi besar lainnya jika terjadi pandemi lagi.

Lawrence Gostin, seorang profesor di Georgetown Law di Washington DC yang terlibat dalam negosiasi tersebut mengatakan IHR "dimanfaatkan untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan dalam perjanjian pandemi".

"Dengan menunda penerapan IHR, hal ini (akan) membuat semua orang menjadi kurang aman," katanya.

Perundingan mengenai kedua rangkaian reformasi tersebut akan dilanjutkan dalam format gabungan baru pada hari Rabu, dan sidang tersebut akan berakhir pada tanggal 1 Juni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.