Longsor Susulan Mengancam, Papua Nugini Evakuasi 7.900 Orang
📅 Selasa, 28 Mei 2024, 09:07 WIB | Oleh: Tim PenulisDiperlukan Respons Cepat
Pusat bencana nasional Papua Nugini mengatakan kepada PBB bahwa "tanah longsor mengubur lebih dari 2.000 orang hidup-hidup".
Menurut surat yang diperoleh AFP, longsor tersebut juga "menyebabkan kerusakan besar pada bangunan, kebun pangan, dan menimbulkan dampak besar pada jalur perekonomian negara."
Besarnya bencana tersebut memerlukan tindakan segera dan kolaboratif dari semua pihak, termasuk tentara, serta tim tanggap nasional dan provinsi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Australia telah mengumumkan bantuan senilai jutaan dollar, termasuk pasokan bantuan darurat seperti tempat penampungan, peralatan kebersihan dan dukungan untuk perempuan dan anak-anak.
Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden menawarkan bantuan.
Lebih dari 1.000 orang telah mengungsi akibat bencana tersebut, menurut perkiraan lembaga bantuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rumah-rumah Terbakar
Penduduk setempat mengatakan tanah longsor mungkin dipicu oleh hujan lebat yang terjadi baru-baru ini.
Papua Nugini merupakan salah satu negara dengan iklim terbasah di dunia, dan penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola curah hujan akibat perubahan iklim dapat memperburuk risiko tanah longsor.
Jumlah korban tewas telah meningkat sejak bencana terjadi ketika para pejabat menilai kembali jumlah penduduk yang tertimbun di bawah lumpur dan puing-puing yang membentang hampir sepanjang empat lapangan sepak bola.
Sulit untuk memperkirakan jumlah korban karena banyak orang yang melarikan diri dari kekerasan suku telah pindah ke wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir, kata pejabat Program Pembangunan PBB Nicholas Booth.
Lima mayat dan satu kaki keenam telah diangkat dari puing-puing pada Sabtu malam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!