Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketua WHO Desak Kesepakatan Pandemi

📅 Selasa, 28 Mei 2024, 02:05 WIB | Oleh:
Ketua WHO Desak Kesepakatan Pandemi Doc: AFP/MANDEL NGAN
Ket. Tedros Adhanom Ghebreyesus

JENEWA - Ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (27/5) mendesak negara-negara untuk meneken perjanjian global penting mengenai penanganan pandemi di masa depan setelah mereka melewatkan tenggat waktu yang ketat.

Negara-negara yang terdampak oleh Covid-19 yang telah menewaskan jutaan orang, menghancurkan perekonomian, dan melumpuhkan sistem kesehatan, telah menghabiskan waktu dua tahun untuk berupaya membentuk komitmen yang mengikat dalam pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap pandemi ini.

Para perunding dari 194 negara anggota WHO beberapa hari lalu gagal mencapai kesepakatan menjelang terlaksananya sidang Majelis Kesehatan Dunia pekan ini karena tak bisa mencapai batas waktu untuk menyelesaikan pembicaraan.

Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang membuka sidang pada Senin, mengatakan dia yakin bahwa kesepakatan akan tercapai. "Tentunya kita semua berharap bisa mencapai konsensus mengenai kesepakatan tepat waktu dalam sidang kesehatan ini dan melewati garis finis," ujar Tedros. "Tapi saya juga tetap yakin bahwa Anda akan tetap melakukannya, karena di mana ada kemauan, di situ ada jalan," imbuh dia. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.