Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketersediaan Sapi Capai 17 Ribu Ekor, Pemkab Gunungkidul: Cukup untuk Hewan Kurban

📅 Selasa, 28 Mei 2024, 11:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketersediaan Sapi Capai 17 Ribu Ekor, Pemkab Gunungkidul: Cukup untuk Hewan Kurban Doc: ANTARA/HO-Dokumen Kepala Bappeda Gunungkidul Arif
Ket. Hewan ternak di Kabupaten Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut ketersediaan sapi di tingkat peternak hingga pedagang mencapai 17 ribu ekor yang siap untuk Idul Adha 2024.

Kepala Bidang Bina Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul Suyanto di Gunungkidul, Selasa (27/5), mengatakan 17 ribu ekor sapi ini mencukupi permintaan hewan kurban dari wilayah ini maupun dari luar.

"Sapi di tingkat peternak di Gunungkidul cukup banyak, dan bisa mencukupi permintaan dari luar daerah. Sejauh ini sapi dari Gunungkidul banyak diminati pedagang luar daerah," kata Suyanto.

Ia mengatakan berdasarkan pemantauan kesehatan hewan di Pasar Siyono, hewan ternak yang keluar masuk di pasar hewan tersebut setiap pasaran, yakni sapi sebanyak 813 ekor dan kambing 734 ekor.

Permintaan sapi setiap tahun di Gunungkidul cukup tinggi, karena wilayah ini menjadi pusat penjualan hewan ternak.

"Kondisi hewan ternak di pasar hewan sangat sehat. Dan mayoritas disertai dengan surat keterangan kesehatan hewan," katanya.

Suyanto mengatakan harga sapi berada di kisaran Rp20 juta - Rp25 juta per ekor. Harga tersebut mengacu pada jenis dan umur sapi, serta ukuran sapi.

"Harga satu ekor sapi jelang Idul Adha memang sedikit mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan kenaikan permintaan," katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular pada hewan ternak di pasar hewan, lanjutnya, DPKH menyiapkan tenaga medis dan paramedis di pos dalam pasar hewan di Gunungkidul. Dengan begitu, deteksi atau pencegahan. penyakit dapat dilakukan dengan cepat.

"Sampai saat ini ternak yang ada di semua pasar hewan sehat," katanya.

Dia mengatakan saat pemantauan, petugas mendapati sapi yang memiliki bekas penyakit lato-lato. Namun, sapi tersebut telah sembuh. Hanya, bekas penyakit tidak dapat hilang.

"Tapi sapi itu aman untuk dikonsumsi. Sudah sembuh juga, meski bekas lato-lato masih tertinggal di kulit," kata Suyanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.