Raja Ampat Sambut Baik Program Rintisan Penerbangan Penumpang dan Kargo di Papua Barat Daya
📅 Senin, 27 Mei 2024, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu
Sorong - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, menyambut baik program keperintisan penerbangan penumpang dan kargo di Papua Barat Daya dengan komitmen menyiapkan data komoditas sebagai penunjang program itu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Raja Ampat, Yusuf Salim di Sorong, Minggu, menjelaskan Kabupaten Raja Ampat sangat membutuhkan konektivitas penerbangan antar-wilayah guna mendukung pertumbuhan ekonomi di setiap daerah di Papua Barat Daya.
Menurut dia, program keperintisan penerbangan penumpang dan kargo merupakan satu peluang yang memang sangat strategis dan harus dijawab oleh setiap daerah di Papua Barat Daya, khususnya Kabupaten Raja Ampat.
"Realisasi program keperintisan ini tentunya akan berpengaruh terhadap pembukaan konektivitas antar-wilayah guna mengangkut baik penumpang maupun kargo," kata dia.
Kabupaten Raja Ampat, kata dia, merupakan daerah wisata yang masuk kategori dunia, sehingga sangat dibutuhkan konektivitas antar-wilayah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebab pariwisata tanpa konektivitas itu bukan termasuk pariwisata," ujar dia.
Ia berkomitmen untuk menyiapkan data terkait potensi unggulan di Raja Ampat yang nantinya sebagai penunjang realisasi program keperintisan penerbangan dan kargo.
"Saya memberikan apresiasi kepada Bandara DEO Sorong, tetapi juga kita menyiapkan berbagai data yang dibutuhkan untuk mendukung program itu," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Upaya lain untuk mendukung program itu, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat pun akan mengembangkan Bandara Reni dan Misol.
"Kita harap ke depan Bandara Reni bisa dikembangkan karena berbatasan langsung dengan negara luar, kemudian Bandara Misol kita rencana bangun bandara besar," ucap dia.
Kepala Bandara DEO Sorong, Cece Tarya menyebutkan bahwa anggaran subsidi program keperintisan penumpang dan kargo untuk 2025 sebesar Rp26 miliar dengan penambahan frekuensi dan penambahan rute khusus untuk subsidi kargo.
Berdasarkan perencanaan realisasi program keperintisan rute penerbangan kargo yang disusun Bandara DEO Sorong terdiri atas Sorong-Bintuni (PP) 2X/Minggu dan Sorong-Inanwatan (PP) 2X/Minggu.
Kemudian program angkutan udara perintis penumpang 2025 yang telah direncanakan Bandara DEO Sorong, ada tujuh rute yang akan dibuka, terdiri atas Sorong-Ayawasi (PP) 2X/Minggu, Sorong-Inanwatan (PP) 3X/Minggu, Sorong-Teminabuan (PP) 3X/Minggu, Sorong-Kabare (PP) 3X/Minggu, Kabare-Marinda (PP) 3X/Minggu, Teminabuan-Inanwatan (PP) 2X/Minggu, Sorong-Kebar (PP) 2X/Minggu.
Selain dua wilayah yang telah ditentukan menjadi target penerbangan kargo, pihaknya pun sangat mengharapkan potensi unggulan terkait dengan komoditas dari daerah lain supaya bisa diangkut dan diekspor baik ke luar maupun dalam negeri.
"Kita sangat berharap adanya penyiapan data komoditas dari pemerintah daerah, supaya kita bisa bersama mengoptimalkan potensi komoditas yang ada," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!