Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Membangun Sistem Pemantau Bencana Hidrologi Berbasis Penginderaan Jauh

📅 Sabtu, 25 Mei 2024, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Membangun Sistem Pemantau Bencana Hidrologi Berbasis Penginderaan Jauh Doc: ANTARA/HO-BRIN
Ket. Ilustrasi skema kerja platform penginderaan jauh Geomimo yang berfungsi untuk memantau bencana hidrologi.

Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membangun platform berbasis satelit penginderaan jauh yang dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi bencana hidrologi di berbagai daerah.

Kepala Pusat Riset Geoinformatika, Rokhis Khomarudin mengatakan platform teknologi itu bernama Geomimoyang merupakan akronim dari Geoinformatika Multi-Input dan Multi-Output.

"Kami telah menggunakan platform-platform ini untuk membangun sistem pemantauan bencana terkait air," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Geomimo merupakan sebuah platform yang berfungsi untuk mengumpulkan data satelit penginderaan jauh dan geospasial (multiinput), kemudian diolah dan dianalisis secara otomatis untuk menghasilkan berbagai informasi (multioutput).

Rokhis menekankan pentingnya berbagi data dan pengetahuan dalam pemanfaatan penginderaan jauh untuk penanggulangan bencana terkait air.

Geomimo akan fokus pada riset dan pengembangan sistem untuk ketahanan pangan, lingkungan, kebencanaan, perhitungan emisi gas rumah kaca, serta isu strategis lainnya, seperti penangkapan ikan ilegal, penanaman ganja ilegal, dan isu pertahanan serta keamanan.

"Geomimo menjadi alat yang vital dalam pengelolaan sumber daya air dan penanggulangan bencana di Indonesia dan global," kata Rokhis.

Pada 23 Mei 2024, Rokhis mengenalkan rancangan platform Geomimo itu dalam ajang Forum Air Sedunia Ke-10 yang berlangsung di Bali.

Dia menyoroti mekanisme Sentinel Asia danInternational Disaster Charteryang digunakan untuk menganalisis data satelit penginderaan jauh sebelum dan sesudah bencana.

Rokhis menunjukkangambar banjir di Sumatera Barat sebagai ilustrasi.

Geomimo dirancang untuk melayani tiga jenis pengguna, yakni instansi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat umum. Platform itu mencakup elemen berbagi data, peningkatan kapasitas (SDM dan infrastruktur), dan kerja sama.

"Beberapa pihak internasional, seperti JAXA Jepang, NASA, LASAC China, dan UN ESCAP sudah siap bekerja sama," pungkas Rokhis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.