Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspada Potensi Gelombang Tinggi di Samudera Hindia Barat Sumatera

📅 Kamis, 23 Mei 2024, 17:36 WIB | Oleh:
BMKG: Waspada Potensi Gelombang Tinggi di Samudera Hindia Barat Sumatera Doc: ANTARA/Iggoy el Fitra
Ket. Ilustrasi: Gelombang tinggi di Pantai Muara Lasak, Padang, Sumatera Barat.

MEDAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar waspada potensi terjadinya gelombang tinggi di Samudera Hindia barat Sumatera, perairan utara Sabang dan perairan barat Aceh, hingga Kepulauan Mentawai yang dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

"Kondisi tersebut berpotensi terjadi Kamis pagi hingga Jumat pagi," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Christen Marpaung di Medan, Kamis.

Ia menyebutkan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara - barat daya dengan kecepatan angin berkisar 4 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur - tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6 - 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Pulau Sabang, Laut Banda, dan Laut Arafuru.

Atas kondisi tersebut, lanjutnya, perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, agar memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

"Diminta juga kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," katanya.

Sementara Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Martha Manurung menyebutkan cuaca di Sumatera Utara pada Jumat (24/5) siang dan sore berpotensi hujan dengan intensitas lebat di Langkat dan sekitarnya.

Malam hari berpotensi hujan lebat di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan sekitarnya.

"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah lereng timur, lereng barat, dan pantai barat Sumatera Utara yang dapat dapat menyebabkan banjir, longsor serta bencana hidrometeorologis lainnya," kata MarthaManurung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.