Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menguak Cara Kerja ‘Paper Mill’, Pabrik Artikel Ilmiah yang Beroperasi Seperti Kartel

📅 Minggu, 19 Mei 2024, 14:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menguak Cara Kerja ‘Paper Mill’, Pabrik Artikel Ilmiah yang Beroperasi Seperti Kartel Doc: The Conversation/Shutterstock/Jose Luis Stephens
Ket. Sama seperti pabrik kertas, pabrik artikel ilmiah juga memiliki proses kerja yang runtut, berlapis dan sistematis.

Rizqy Amelia Zein, Universitas Airlangga

Komunitas akademis global sedang resah. Pasalnya, Science dan Nature, dua majalah sains terkemuka untuk berita ilmiah, opini, dan penelitian, menemukan maraknya perusahaan paper mill yang memproduksi artikel ilmiah bodong di seluruh dunia.

Paper mill merupakan perusahaan komersial yang menawarkan jasa kepengarangan kepada peneliti, akademisi, dan mahasiswa yang ingin namanya muncul di jurnal ilmiah internasional bereputasi.

Cukup dengan membayar sekitar €180 sampai €5000 (sekitar Rp3,2 juta - Rp86,4 juta), seseorang dapat mencantumkan namanya sebagai penulis artikel, tanpa harus susah payah melakukan riset dan menulis hasilnya. Tak ayal, beberapa ahli menyebut perusahaan-perusahaan paper mill ini sebagai organisasi ilegal dan kriminal.

Riset tahun 2023 menunjukkan, jumlah artikel ilmiah bermasalah yang diindikasi berasal dari paper mill meningkat drastis selama lima tahun terakhir. Dari 10 artikel yang harus ditarik pada tahun 2019, jumlahnya melonjak menjadi 2.099 artikel pada tahun 2023.

Perusahaan paper mill juga membuat penerbit-penerbit jurnal ilmiah besar kelabakan. Hindawi dan Wiley, penerbit jurnal akses terbuka di Inggris, misalnya, meretraksi sekitar 1.200 artikel paper mill pada 2023. SAGE, penerbit global untuk buku, jurnal, dan sumber perpustakaan akademis dan Elsevier, penerbit ilmiah di Belanda juga meretraksi ratusan artikel paper mill pada 2022.

Perusahaan paper mill banyak ditemukan beroperasi di negara-negara yang kebijakan risetnya memberikan insentif peneliti untuk memproduksi artikel ilmiah sebanyak-banyaknya, seperti Cina, Rusia, India dan Iran.

Namun, profil pelanggan mereka cukup beragam, baik dari negara maju maupun berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Jerman, dan Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan beberapa riset dan laporan jurnalis investigasi yang dilakukan dalam lima tahun terakhir, saya merangkum bagaimana paper mill ini beroperasi dan cara mendeteksinya.

Modus operandi dan keanehan 'paper mill'

1. Artikel yang ditawarkan kerap bermasalah

Paper mill umumnya memanipulasi proses penerbitan artikel-artikel ilmiah. Artikel-artikel ini biasanya memplagiat artikel lain yang sudah lebih dulu terbit dan mengandung data palsu atau curian. Data tersebut termasuk gambar yang dimanipulasi dan diduplikasi. Mereka juga menawarkan jasa penulisan ulang artikel ilmiah dengan menggunakan mesin kecerdasan buatan generatif menggunakan ChatGPT, dan Quillbot atau sekadar menerjemahkan artikel yang sudah terbit dalam bahasa tertentu ke bahasa Inggris.

2. Jaminan dimuat

Pada beberapa kasus, perusahaan paper mill menawarkan slot kepengarangan sebelum artikel dinyatakan diterima untuk diterbitkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.