Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penelitian Ungkap Risiko Depresi Meningkat saat Perimenopause

📅 Sabtu, 18 Mei 2024, 16:41 WIB | Oleh:
Penelitian Ungkap Risiko Depresi Meningkat saat Perimenopause Doc: Istimewa

Perubahan suasana hati yang disebabkan oleh kadar hormon yang berfluktuasi dapat menjadi gejala perimenopause, yaitu masa transisi dalam kehidupan wanita menuju menopause. Sebuah penelitian besar menemukan bahwa tantangan emosional dan kesehatan mental ini bisa menjadi sangat serius, dengan risiko depresi meningkat hingga 40 persen.

"Gejala depresi sangat umum terjadi pada tahap kehidupan ini," kata penulis senior Roopal Desai, PhD, seorang peneliti di departemen psikologi pendidikan dan kesehatan klinis di University College London, Inggris, dikutip dari Everyday Health, Rabu (15/5).

"Semoga penelitian kami akan mendorong perempuan untuk merasa lebih nyaman untuk membicarakannya dan mengakses bantuan dan dukungan yang tepat," tambahnya.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders ini didasarkan pada data dari tujuh penelitian yang melibatkan lebih dari 9.000 perempuan dari seluruh dunia. Usia peserta berkisar antara 35 hingga 50 tahun pada awal penelitian dan periode tindak lanjut bervariasi dari 3 hingga 30 tahun.

Gejala depresi ditentukan dengan menggunakan evaluasi yang dilaporkan sendiri yang terstandardisasi yang menimbang faktor-faktor seperti kurangnya minat untuk melakukan sesuatu, masalah tidur, dan perasaan mood yang rendah. Tidak ada peningkatan risiko depresi yang diamati pada wanita pascamenopause dibandingkan dengan wanita premenopause, menurut penelitian tersebut.

Seorang dokter kandungan-ginekolog di Atlantic Health System di Clark, New Jersey, analisis saat ini memberikan kontribusi pada bukti yang menunjukkan bahwa wanita mungkin lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental dan emosional yang serius ketika mereka bertransisi ke masa menopause.

"Penelitian ini memvalidasi apa yang sudah lama dirasakan oleh banyak perempuan - mungkin ada sesuatu yang terjadi pada tubuh kita yang menyebabkan episode depresi," ujar Dr. Naqvi, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Perimenopause berarti "sekitar menopause" dan mengacu pada tahun-tahun transisi sebelum menopause. Menopause terjadi selama 12 bulan pertama ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi tanpa alasan yang berhubungan dengan kesehatan. Pasca-menopause dimulai setelah seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.

Perimenopause biasanya dimulai pada pertengahan usia empat puluhan, 8 hingga 10 tahun sebelum menopause, menurut Cleveland Clinic. Karena kadar hormon berfluktuasi, aliran menstruasi dan panjang siklus mungkin mulai berubah. Gejalanya meliputi hot flashes, keringat malam, kekeringan pada vagina, sakit kepala, sulit tidur, dan perubahan suasana hati.

"Menopause bukan hanya peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba di usia 50 tahun; ini adalah evolusi bertahap dari tubuh kita. Kita tidak sama di usia 25 tahun dengan usia 45 tahun," tutur Dr. Naqvi.

"Ketika kita mencapai usia empat puluhan, itu adalah dekade perubahan. Meskipun ada pengecualian, banyak dari kita yang berhadapan dengan berbagai stresor-pengasuhan, tanggung jawab keluarga, kondisi medis kronis, dan tekanan sosial. Ini adalah dekade yang sangat penting di mana pasien didesak untuk memperhatikan kesehatan mereka," lanjutnya.

Meskipun penelitian saat ini tidak melihat mengapa perubahan menopause dapat menyebabkan depresi, Dr. Desai menyarankan bahwa ketidakseimbangan dan fluktuasi hormon dapat secara langsung memengaruhi perasaan seseorang. Perubahan tubuh seperti keringat di malam hari juga dapat secara tidak langsung memperburuk suasana hati seseorang dengan mengganggu tidur atau menyebabkan ketidaknyamanan secara umum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.