Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Yogyakarta Dirikan Sekolah untuk Perempuan Penyintas Kekerasan

📅 Sabtu, 18 Mei 2024, 13:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Yogyakarta Dirikan Sekolah untuk Perempuan Penyintas Kekerasan Doc: ANTARA/Rahmad
Ket. Seorang perempuan memperlihatkan peraga kampanye Indonesia Bebas Kekerasan Seksual di posko layanan informasi Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (K16HAKTP) di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Selasa (2/12).

YOGYAKARTA - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta membentuk Sekolah Perempuan Kota Yogyakarta atau "Koper Kota" untuk meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan perempuan penyintas kekerasan.

"'Koper Kota' hadir untuk meningkatkan kualitas dan keberdayaan perempuan rentan, utamanya penyintas kekerasan," ujar Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan DP3AP2KB Kota Yogyakarta Ria Rinawati dalam keterangan resmi di Yogyakarta, Sabtu (18/5).

Berdasarkan catatan DP3AP2 DIY pada 2023, Ria menyebutkan kasus kekerasan di DIY masih tinggi dengan jumlah mencapai 248 kasus.

"Namun ini bagaikan fenomena gunung es dimana jumlah kasus yang muncul ke permukaan atau terlaporkan lebih kecil dibandingkan kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat, sehingga korban tidak terjangkau untuk mendapat penanganan yang tepat," kata dia.

Karena itu, melalui Sekolah Perempuan Kota Yogyakarta atau "Koper Kota" yang resmi diluncurkan pada Jumat (17/5), dia berharap bisa menjadi wadah atau ruang aman bagi perempuan rentan untuk meningkatkan kapasitas diri dan pengetahuan yang dibutuhkan, termasuk pengetahuan terkait hak-hak mereka agar tidak kembali menjadi korban kekerasan.

"Meningkatkan kepercayaan diri perempuan penyintas supaya berani menunjukkan potensinya dan berani mengambil keputusan bagi hidupnya. Juga meningkatkan keterampilan sehingga perempuan penyintas kekerasan memiliki bekal untuk dapat mandiri secara ekonomi," ucap Ria.

Pada Mei 2024 Koper Kota telah menyasar dua kelompok penyintas kekerasan dengan jumlah anggota kurang lebih 25 orang dengan kegiatan mulai pendampingan, peningkatan pengetahuan dan wawasan, serta peningkatan keterampilan dan kelompok dukungan.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengapresiasi program Koper Kota sebagai inovasi luar biasa dalam memberikan aksi nyata atas kepedulian bersama pada perempuan penyintas kekerasan.

Singgih berharap sekolah itu dapat menjadi wadah untuk mengedukasi, memotivasi dan memitigasi potensi kekerasan yang dapat menimpa perempuan.

"Karena di dalam setiap kelasnya juga ada pendampingan psikologis, yang tentunya bisa membantu penyintas bisa pulih dari trauma yang dialami," ujar dia.

Singgih berharap dalam implementasinya dapat menjadi ruang yang aman dan tenang bagi penyintas, kemudian dapat menjaga agar mereka tidak diekspose, berfokus pada pendampingan, peningkatan kapasitas dan pemberdayaan penyintas.

Septiyani, Ketua Kelompok Perempuan Istimewa atau Perisai berharap sekolah tersebut dapat memberikan dukungan moral bagi para perempuan penyintas agar tidak putus asa atas apa yang telah dialami.

"Bisa melanjutkan hidup supaya lebih baik, mandiri dan pelan-pelan bisa mengurai trauma yang dialami. Karena apa yang telah dialami penyintas adalah hal berat, yang tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis saja, tapi juga sosial ekonomi," tutur Septiyani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.