Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Studi Terbaru: Perubahan Iklim Mempengaruhi Kesehatan Otak

📅 Jumat, 17 Mei 2024, 00:05 WIB | Oleh:
Hasil Studi Terbaru: Perubahan Iklim Mempengaruhi Kesehatan Otak Doc: ISTIMEWA
Ket. Ilustrasi Penelitan / Riset

LONDON - Para peneliti University College London (UCL), pada Rabu (15/5), merilis hasil studi yang menganalisis literatur ilmu saraf untuk mengungkap bagaimana panas ekstrem dan bencana yang dipicu oleh perubahan iklim mempengaruhi penyakit saraf utama dan gangguan kesehatan mental. Menurut mereka, kondisi seperti demensia, epilepsi, dan depresi dapat menyebar dan memburuk seiring dengan memanasnya dunia.

Dikutip dari The Straits Times, para ahli menemukan faktor lingkungan tidak hanya mempengaruhi prevalensi penyakit, tetapi juga dapat meningkatkan risiko masuk rumah sakit, kecacatan, dan bahkan kematian.

Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan telah dipelajari dengan baik, khususnya terkait dengan penyakit menular dan pernafasan. Namun hal ini juga berdampak buruk pada kesehatan saraf, karena proses pengaturan suhu tubuh tampaknya menjadi pendorong utama peningkatan kondisi yang dipicu oleh panas ekstrem.

"Agar dapat bekerja dengan baik, otak harus dijaga dalam kisaran suhu yang relatif sempit," kata Sanjay Sisodiya, ilmuwan dari UCL Queen Square Institute of Neurology yang memimpin penelitian tersebut.

"Jika otak terserang penyakit, kemampuan otak untuk mengatur suhu tubuh akan terganggu. Misalnya, seseorang yang mengidap penyakit saraf dan menempatkan mereka dalam gelombang panas yang luar biasa, Anda dapat melihat bagaimana hal itu dapat memperburuk penyakit saraf mereka," katanya.

Menurut Sisodiya, investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui mekanisme pasti yang menghubungkan gangguan neurologis dengan suhu yang lebih tinggi.

Kelompok Paling Rentan

Ketika cuaca ekstrem memburuk dan menjadi lebih umum terjadi, semakin penting untuk menguraikan hubungan yang sebenarnya, terutama bagi kelompok termuda, tertua, dan paling rentan.

Untuk studi baru ini, para peneliti meninjau 332 laporan yang mengamati dampak lingkungan terhadap 19 kondisi neurologis dengan beban penyakit tertinggi, termasuk Alzheimer dan bentuk demensia lainnya, migrain, stroke, multiple sclerosis, dan meningitis.

Mereka juga mengumpulkan penelitian tentang depresi, kecemasan, dan skizofrenia karena gangguan kejiwaan sering kali memiliki komorbiditas dengan penyakit neurologis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman
    Preview komentar:
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
  • 'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika
    Preview komentar:
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius
    Preview komentar:
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan Nomor ...
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Olahraga
De Zerbi Minta Maaf atas Ke...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.