Mengubah Air Selokan Menjadi Bersih
📅 Rabu, 15 Mei 2024, 17:54 WIB | Oleh: OpikPria asli Lamongan ini juga mengawasi IPAL setiap pagi dan sore, jikalau ada yang bermasalah untuk segera diperbaiki, baik pipanya atau menyuntikkan lagi bakteri-bakteri yang dapat mengurai limbah rumah tangga.IPAL KIP tersebut dibuat pada Juli dan selesai pada Agustus 2023, bertepatan dengan puncak musim kemarau yang telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sehingga, IPAL tersebut menjadi alternatif untuk menyediakan air guna menyirami tanaman-tanaman baik milik warga, maupun kampung.
Pemerintah setempat, melalui kelurahan dan kecamatan, juga mendukung dalam pembuatan IPAL tersebut agar kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh seluruh warga.
Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mengapresiasi pembuatan IPAL hasil swadaya masyarakat sendiri karena turut membantu dalam pelestarian lingkungan, terutama air.
Keberadaan IPAL tersebut dapat mendatangkan berbagai macam manfaat, terutama jika sudah diteliti lebih mendalam terkait kelayakannya.
DLH memandang, jika air olahan IPAL tersebut bisa digunakan untuk hewan, dalam hal ini ikan, maka kualitasnya bisa dikatakan normal, namun untuk dijadikan layak konsumsi masih butuh proses lainnya serta penelitian lebih mendalamTidak hanya itu, DLH Kota Surabaya juga mengapresiasi tingkat kesadaran untuk menjaga lingkungan warga Kebraon Indah Permai RT 5 RW 13 itu, karena mulai dari penghijauan hingga mengelola air limbah rumah tangga dikemas secara baik, hingga diikutkan ajang Program Kampung Iklim (Proklim).
Bergelimang air
Bagi Aktis, di baik melimpahnya air di negeri ini belum semua orang sadar akan manfaat dan cara mengolahnya.
Air bagi kemakmuran masyarakat sangat penting, karena semuanya membutuhkan air untuk kehidupan sehari-hari. Apabila kebutuhan air tidak dikelola dengan baik, maka manfaatnya tidak akan maksimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengutip World Resource Indonesia (WRI) Indonesia sedang mengalami ancaman besar kekurangan air bersih tahun 2040, dan Bappenas memprediksi akan terjadi kelangkaan air bersih di pulau-pulau besar di Indonesia (Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara).
Sebenarnya, banyak cara untuk mengurangi kelangkaan air bersih, karena pada dasarnya Indonesia sudah bergelimang air dan untuk mendapatkannya sangat mudah.
Untuk mengurangi kelangkaan itu, salah satunya dengan membuat IPAL, yang bisa menjadikan air limbah rumah tangga menjadi normal kembali.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terlebih, jika semua elemen masyarakat tidak mengotori lingkungan di sekitar agar air tidak tercemar.
Cara lainnya, menghemat air, menanam pohon atau reboisasi, dan bila perlu membuat penampungan air hujan yang bisa dimanfaatkan untuk rumah tangga.
Hal-hal seperti itu yang seharusnya menjadi perhatian masyarakat untuk dapat lebih cinta dan peduli pada lingkungan.
Aktis menjelaskan, setiap orang seharusnya bisa membuat IPAL pribadi di rumah masing-masing karena biayanya bisa disesuaikan atau cukup terjangkau jika membuat dengan standar yang lebih kecil.
Hanya saja, jika wilayahnya sudah terbentuk IPAL, yang diperlukan hanya sebuah jaringan pipa untuk menyalurkan air tersebut ke rumah masing-masing.
Cinta lingkungan
Berawal dari kecintaannya pada lingkungan, Aktis, bapak beranak tiga, itu mengawalinya dengan belajar secara autodidak untuk mengelola air selokan menjadi lebih berguna
Semua yang dipelajarinya tidak lebih karena rasa sukanya untuk memanfaatkan apa yang telah disediakan oleh Sang Pencipta, tanpa harus merusak lingkungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!