Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengubah Air Selokan Menjadi Bersih

📅 Rabu, 15 Mei 2024, 17:54 WIB | Oleh:
Mengubah Air Selokan Menjadi Bersih Doc: ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin
Ket. Aktis Sumarto mengawasi IPAL yang terpasang di kawasan Kebraon Indah Permai, Surabaya, beberapa waktu lalu.

SURABAYA - Siang menjelang sore, di salah satu perkampungan asri di Surabaya barat, seorang pria paruh baya yang mengenakan kaos wangki atau berkerah dan celana olahraga panjang, menyirami tanaman di pinggir selokan kampungnya.

Pria itu juga memberi makan ikan-ikan nila yang berada di bak-bak penampungan air, dan sesekali dirinya mengecek debit air yang masuk di bak itu.

Air dari bak itu, berasal dari olahan intalasi pengolahan air limbah (IPAL). Inovasi itu merupakan sistem pengolahan air limbah yang dilakukan secara terpusat.

IPAL, bisa menggunakan bangunan bak atau tong untuk memproses limbah cair domestik yang difungsikan secara komunal dan digunakan oleh sekelompok rumah tangga, agar lebih aman.

Pria itu ialah seorang warga Kebraon Indah Permai (KIP) Surabaya, Aktis Sumarto, yang mengelola air selokan bercampur limbah rumah tangga menjadi air bersih untuk menyirami tanaman, bahkan sarana budi daya ikan nila.

Aktis mengaku, dengan memanfaatkan air selokan melalui IPAL tersebut, bisa menyirami tanaman buah dalam pot (tabulampot) milik warga sekitar.

Tabulampot yang sudah ditanam warga, antara lain, anggur, jambu biji, sawo, belimbing, dan mangga.

Melalui inovasi itu juga, air bersih yang dihasilkan bisa mencapai 10 kubik per hari, sedangkan kebutuhan untuk menyiram tabulampot hanya 0,5 kubik per hari, sehingga sisa airnya banyak digunakan warga untuk mencuci motor atau mobil.

Proses pembersihan dilakukan dengan beberapa tahap di dalam bak yang berisi bakteri Anaerob yang kemudian disalurkan ke bak bakteri Aerob.

Anaerob adalah proses yang tidak memerlukan oksigen untuk menghasilkan energi. Respirasi anaerob terjadi pada bakteri, ragi, dan organisme prokariotik ataupun makhluk hidupuniseluleryang berada pada lingkungan dengan kadar oksigen rendah.

Sementara Aerob, adalah organisme yang menggunakan oksigen untuk proses metabolisme dan memperoleh energi.

Setelah air selokan diurai oleh bakteri-bakteri tersebut, kemudian dialirkan ke bak dan dibiarkan mengendap untuk memisahkan lumpur maupun pasir.

Hasil endapan tersebut lalu dialirkan melalui pipa dan masuk ke bak ekualisasi, tempat pencampuran seluruh air limbah yang berasal dari seluruh bak, fungsinya untuk mencampur air.

Saat ini, bak yang telah dijernihkan sudah diisi oleh ikan nila dan akan dikembangbiakkan untuk dijual atau dikonsumsi sendiri oleh warga.

Budi daya ikan tersebut juga sebagai indikator air hasil olahan sudah bersih. Jika ikan tersebut baik-baik saja, maka bisa dikatakan air sudah bersih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

14 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.