Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Perlu Ada Mitigasi Bencana di Sumatera Barat

📅 Selasa, 14 Mei 2024, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Perlu Ada Mitigasi Bencana di Sumatera Barat Doc: ANTARA/Iggoy el Fitra
Ket. pencarian korban l Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di Jorong Galuang, Nagari Sungai Pua, Agam, Sumatera Barat, Senin (13/5). BNPB merilis penambahan korban akibat banjir bandang yang menerjang sejumlah daerah di kaki Gunung Marapi itu menjadi 41 orang meninggal dunia, sementara terdapat dua korban masih dalam pencarian di lokasi itu.

BMKG menegaskan perlunya mitigasi bencana di Sumbar karena daerah tersebut rentan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gunung meletus, gempa bumi, dan tsunami.

PADANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendukung upaya mitigasi bencana diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) karena melibatkan secara aktif masyarakat sekaligus memadukan dengan kearifan budaya setempat.

"Melihat dari dua faktor tersebut Sumatera Barat jadi provinsi yang kami nilai sudah paling siap menghadapi bencana alam," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam rapat koordinasi dengan Gubernur Sumatera Barat terkait banjir lahar hujan dan longsor di Kota Padang, Senin (13/5).

Menurut dia, salah satu contoh upaya pemerintah dalam menumbuhkan peran aktif masyarakat itu dibuktikan setelah Sumatera Barat memiliki forum koordinasi kebencanaan yang tersebar hampir di setiap kabupaten dan kota.

Anggota forum koordinasi tersebut masing-masing terdiri atas unsur pemerintah daerah, akademisi, lembaga swasta, organisasi kepemudaan, relawan, tokoh masyarakat, bahkan hingga jenjang rukun warga.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia menyebutkan BMKG terlibat aktif dengan forum-forum kebencanaan. Oleh karena itu, hasil analisis prakiraan cuaca harian atau potensi dini bencana yang diterbitkan oleh BMKG bisa dengan cepat menjangkau masyarakat.

"Peran aktif masyarakat dalam mitigasi bencana adalah kunci utamanya yang sudah sepatutnya mendapat didukung terus," ujarnya.

Terlebih dalam rapat koordinasi, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi juga mengungkapkan komitmen untuk melestarikan kearifan lokal yang berkaitan dengan menjaga kelestarian lingkungan misalnya memanfaatkan aliran sungai sebagai embung ikan, hutan adat, dan gotong royong.

Hanya saja, dia menilai, dibutuhkan kesiapsiagaan secara ekstra dan pengambilan keputusan cepat dalam merespons tanda alam bila ingin memperkecil dampak bencana di "Ranah Minang" --sebutan untuk Sumatera Barat ini.

Sumatera Barat rentan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gunung meletus, gempa bumi, dan tsunami.

Berdasarkan data BMKG, hal itu dikarenakan Sumatera Barat memiliki bentang alam yang lengkap mulai dari dataran tinggi hingga dataran pesisir, letak geografis menghadap Samudera Hindia, termasuk dilintasi sesar besar daratan Sumatera.

"Terlebih tidak ada zona musim di Sumatera Barat sehingga hampir sepanjang tahun selalu diguyur hujan sedang-lebat, semua bisa terjadi sewaktu-waktu, bahkan jadi kesiapsiagaan merespons tanda alam harus pula diasah," ujarnya.

Jumlah Korban

Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kota Padang, Sumbar melaporkan hingga Senin siang pukul 13.00 WIB korban meninggal dunia akibat banjir lahar dingin Gunung Marapi maupun banjir bandang di tiga wilayah di provinsi itu mencapai 43 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.