Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarah Yogyakarta dari Masa ke Masa

📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Sejarah Yogyakarta dari Masa ke Masa Doc: Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta
Ket. Ruang pameran diorama.

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta merupakan situs sejarah penting yang saat ini sedang dalam proses revitalisasi. Bangunan yang kokoh dan bernilai, berbagai koleksinya bercerita tentang peristiwa di masa lalu yang terjadi di Yogyakarta.

Riwayatnya dimulai dari 1760 pasca Perjanjian Giyanti yang ditandatangani pada 13 Februari 1755. Tidak lama setelah Raden Mas Sujana setelah dewasa bergelar Pangeran Mangkubumi mulai membangun Keraton Yogyakarta di wilayah hutan Pabringan dan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) meminta diizinkan mendirikan benteng pertahanan.

Lokasinya sangat strategis di perempatan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Dari benteng ini tembakan meriam yang diluncurkan dari selekoh atau bastion bisa langsung menjangkau keraton kesultanan di sebelah selatannya.

Dengan demikian Benteng Vredeburg menjadi bangunan kolonial pertama yang dibangun dengan bantuan Sultan Hamengkubuwono I. Edukator Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Noibenia Gendrit, mengatakan bahwa benteng yang oleh orang Jawa disebut Loji Gede ini memiliki bentuk segi empat.

"Di beberapa sudutnya memiliki selekoh atau lebih populer dengan nama bastion, yaitu sudut atau penjuru yang dibangun menjorok keluar pada dinding benteng," kata dia.

Dari bastion ini pihak yang berada di dalam benteng dapat menembakkan artileri. Setiap bastion Benteng Vredeburg yang masing-masing sudutnya diberi nama sendiri-sendiri oleh sultan. Untuk Sudut barat laut diberi nama Jayawisesa, sudut timur laut Jayapurusa, sudut barat daya Jayaprakosaning dan sudut tenggara Jayaprayitna.

Dalam program revitalisasi, bastion tenggara akan dibuat kafe dengan nama Rustenburg, mengingatkan pada nama lama benteng ini. Kafe ini diharapkan dapat memfasilitasi dan memancang para pengunjung generasi muda untuk nongkrong di dalamnya benteng.

Benteng yang dibangun sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan residen Belanda kala itu juga dikelilingi oleh sebuah parit atau jagang dalam bahasa Jawa. Sayangnya parit ini telah tertutup sehingga tidak dapat dilihat lagi terutama pada bagian timur yang telah menjadi bangunan dan utara yang menjadi area parkir Pasar Beringharjo.

"Pada periode 1765-1830, ada parit yang mengelilingi benteng. Tapi setelah 1830 jagang sebagai sarana pertahanan dipandang tidak penting lagi dan hanya difungsikan sebagai sarana pembuangan air saja," kata Nobenia.

Bekas parit di sebelah barat bentang kini sedang dibangun air mancur menari (dancing fountain). Fasilitas yang yang berada di luar benteng dan dekat dengan pintu masing akan bergerak diselaraskan dengan tiga lagu yang diputar.

Untuk masuk ke Benteng Vredeburg saat ini sedang dibangun pintu masuk dari sebelah selatan. Namun dari sini pengunjung diarahkan ke pintu gerbang di sebelah barat atau sebelah timur yang juga memiliki loket untuk tiket masuk.

"Pintu gerbang bagian barat memiliki dua tingkat sedangkan bagian timur hanya satu tingkat yang juga memiliki loket tiket sendiri. Inilah perbedaannya," terang dia.

Yang menarik di dalam bentang terdapat 23 bangunan yang dibangun dalam masa pemerintahan yang berbeda. Ketika masuk dari pintu barat pengunjung disambut dua bangunan pengapit. Gedung C1 misalnya merupakan bangunan bergaya Yunani masa renaissance yang dipadukan dengan arsitektur Jawa terutama pada atap limasannya.

Dalam buku panduan Museum Benteng Vredeburg (2019), Gedung C1 dulunya pernah menjadi ruang tahanan khusus. Saat ini bangunan termegah di kompleks benteng ini menjadi ruang bagi pengenalan museum. Bangunan lainnya adalah Gedung F yang pernah menjadi menjadi ruang fasilitas umum dan rumah sakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...
Megapolitan
Selama Agustus, DKP Tangera...

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

2 jam lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.