Sejarah Yogyakarta dari Masa ke Masa
📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 06:25 WIB | Oleh: Haryo BronoSedangkan Gedung I merupakan gudang tempat penyimpanan mesiu. Lokasinya berada di sudut tenggara bentang jauh dari tempat tinggal yang berada di sisi utara. Selama proses revitalisasi tempat ini digunakan sebagai tempat menyimpan koleksi museum yang jumlahnya mencapai sekitar 7.000 buah.
Di dalam benteng ada empat gedung terutama yang memiliki dimensi panjang digunakan sebagai ruang pameran. Ruang pameran diorama I sampai dengan ruang pameran diorama IV. Ruang pameran diorama I menempati bangunan M3 bekas perumahan perwira selatan I.
"Ruang pameran diorama II menempati bangunan M1 dan M2 bekas perumahan perwira utara I dan II. Ruang pameran diorama III menempati bangunan E lantai I bekas barak prajurit utara. Ruang pameran diorama IV menempati bangunan G lantai I bekas bangunan societeit," kata Noibenia.
Benteng Vredeburg memiliki 55 diorama. Diorama pertama menceritakan riwayat perjuangan Pangeran Diponegoro di Gua Selarong di Dusun Kembang Putih, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, pada Juli 1825.
Sebaiknya Anda baca juga:
Museum Benteng Vredeburg memiliki 14 koleksi lukisan, salah satunya adalah lukisan karya Frans Hartono, seorang anggota tentara pelajar dengan judul Pertempuran Pleton Aliadi dalam penghadangan patroli Belanda di Kayunan. Peristiwa yang terjadi pada Mei 1949 ini menewaskan empat prajurit Belanda.
Koleksi lainnya adalah 5 maket, 8 peta, 3 miniatur, 6 patung, 32 benda realia, 12 benda replika, 11 foto, dan 4 film dokumenter. Yang menarik adanya miniatur kapal yang digunakan pimpinan armada Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtman. Rombongan empat kapal ini berangkat dari Tassel pada 21 Maret 1595, dan mendarat di Banten pada 22 Juni 1596.
Mendaratnya Houtman di menjadi cikal bakal penjajahan Belanda di Indonesia. Pada 1602, di Banten telah berdiri empat loji milik Belanda. Keberadaan VOC berhasil mengganggu perdagangan Portugis yang sebelumnya memonopoli perdagangan di Nusantara. Sehingga, dapat dikatakan bahwa dalam waktu sekitar lima tahun sejak pendaratan Cornelis de Houtman di Banten, Belanda telah memulai penjajahan di Indonesia. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!