Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keberadaannya Telah Terkonfirmasi

📅 Rabu, 08 Mei 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Keberadaannya  Telah Terkonfirmasi Doc: Wikimedia

Para astronom telah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa bintang terbentuk ketika inti awan raksasa bahan molekul dingin terpecah dan runtuh. Namun, detail proses pembentukan bintang masih kurang dipahami sampai sekarang.

Secara khusus, fragmen terkecil yang dapat runtuh membentuk bintang bermassa sangat rendah atau objek sub-bintang belum teridentifikasi. Dengan mengetahuinya maka proses pembentukan bintang dapat sedikit terkuak.

Philip Lucas dari Universitas Hertfordshire dan Dr Patrick Roche dari Universitas Oxford secara kontroversial mengumumkan tahun lalu bahwa mereka telah mengamati secara langsung 13 titik cahaya redup di konstelasi Orion. Rasi bintang ini dikenal sebagai tempat pembibitan bintang raksasa tempat ribuan bintang dilahirkan.

Sebanyak 13 titik cahaya itu yang tampaknya memiliki massa yang lebih dekat dengan planet-planet raksasa. Ukurannya diperkirakan beberapa kali lebih besar dari Jupiter yang ada tata surya dibandingkan bintang-bintang.

Pada 3 April 2001, pasangan yang sama akan mengumumkan pada Pertemuan Astronomi Nasional Inggris di Cambridge. Mereka menyatakan telah mengkonfirmasi penemuan planet mengambang bebas (free-floating planets/FFPs ) di Nebula Orion.

Pengukuran spektrum cahaya inframerah dari 20 objek di Nebula menunjukkan ciri khas uap air. Hal ini menegaskan bahwa objek-objek ini memang merupakan benda-benda muda yang bermassa rendah, dan yang paling redup di antaranya bermassa planet. Benda bermassa planet ini hanya bisa dilihat karena usianya masih sangat muda dan masih hangat setelah proses pembentukannya.

"Sangat menarik untuk menemukan objek seukuran planet ini mengambang di luar angkasa, tidak seperti planet seperti Bumi yang mengorbit bintang. Hasil baru kami memberikan langkah pertama dalam eksplorasi sifat fisiknya," kata Dr Lucas dikutip laman nasa.gov.

"Identifikasi dan studi objek-objek ini sangat menarik," tambah Dr. Roche, "Tetapi juga dapat membantu pemahaman kita tentang proses pembentukan bintang, yang merupakan salah satu misteri besar dalam astronomi," ujar dia.

Bukti ini tentu menambah bahan bakar kontroversi mengenai bagaimana benda-benda tersebut dilahirkan. Apakah mereka benar-benar sebuah planet, yang terlempar keluar dari tata surya dan kini melayang di angkasa, ataukah mereka terbentuk langsung dari awan gas di angkasa, seperti bintang pada umumnya?

Ada juga kontroversi mengenai bagaimana mengklasifikasikan objek-objek "peralihan" ini. Beberapa astronom mengatakan bahwa karena bentuk mereka mungkin seperti bintang, maka mereka tidak boleh disebut planet. Para penulis berpendapat bahwa istilah baru planetar mungkin merupakan kompromi yang baik.

Lucas dan Roche menindaklanjuti penemuan objek-objek ini tahun lalu, ketika mereka mengukur titik cahaya redup di Nebula Orion awan gas dan debu yang sangat besar yang dapat dilihat dengan mata telanjang sebagai 'bintang' di tengah nebula Orion pada konstelasi Orion. Pengamatan keduanya dilakukan dalam cahaya inframerah, menggunakan Teleskop Inframerah Inggris di Observatorium Mauna Kea, Hawaii. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.