Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Vietnam Hadapi Penurunan Populasi Seiring Angka Kelahiran Turun

📅 Senin, 06 Mei 2024, 00:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Vietnam Hadapi Penurunan Populasi Seiring Angka Kelahiran Turun Doc: ANTARA/Pixabay.com/ThuyHaBich
Ket. Ilustrasi negara Vietnam.

HANOI - Populasi Vietnam dikhawatirkan turun secara bertahap dan akan menghambat pembangunan sosio-ekonomi negara tersebut jika tanpa ada penyesuaian kebijakan yang tepat waktu dan solusi untuk meningkatkan angka kelahiran.

Kantor Berita Vietnam VNA pada Minggu (5/5) melaporkan Vietnam telah melampaui jumlah penduduk lebih dari 100 juta jiwa dan menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Asia Tenggara dan peringkat ke-15 di dunia. Kelompok usia kerja mencakup lebih dari 66 persen total populasi.

Namun, statistik dari Badan Statistik Umum di bawah Kementerian Perencanaan dan Investasi memberikan gambaran yang mengkhawatirkan. Pada tahun 1999, rata-rata jumlah anak per perempuan adalah 2,33.

Jumlah tersebut terus menurun, mencapai rekor terendah yaitu 1,9 anak per perempuan pada tahun 2023. Angka tersebut masih jauh dari tingkat kesuburan pengganti sebesar 2,1 anak yang dibutuhkan untuk mempertahankan populasi yang stabil.

Menyadari potensi ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi negara, Perdana Menteri Vietnam Phm Minh Chính menandatangani keputusan pada tahun 2020 yang menyetujui program penyesuaian tingkat kesuburan di berbagai wilayah dan kelompok pada tahun 2030.

Inisiatif tersebut mencakup peningkatan angka kelahiran di wilayah dengan tingkat kesuburan rendah dan menurunkan angka kelahiran di wilayah dengan tingkat kesuburan tinggi yang pada akhirnya mengupayakan rata-rata nasional sebesar 2,1 anak per perempuan.

Mai Trung Son dari Otoritas Kependudukan Vietnam mengatakan rancangan Undang-undang Kependudukan, yang sedang dikembangkan, mengusulkan langkah-langkah untuk mendorong pasangan untuk memiliki dua anak di kota dan provinsi dengan tingkat kelahiran rendah.

Upaya-upaya tersebut termasuk mengusulkan dukungan keuangan satu kali bagi perempuan yang memiliki anak kedua, membebaskan atau mengurangi biaya sekolah untuk anak-anak prasekolah dan sekolah dasar, mendukung konseling pernikahan dan keluarga.

Termasuk juga di dalamnya menciptakan lingkungan yang ramah keluarga melalui kebijakan tempat kerja yang mengakomodasi kebutuhan pengasuhan anak dan mendorong tanggung jawab bersama di antara anggota keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.