Pemerintah Harus Kebut Pembatasan Energi Fosil
📅 Senin, 06 Mei 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiHafidz mencontohkan kasus yang ekstrem bisa dipelajari dari Dubai yang mana hujan anomali yang terjadi dan dilewati awan intensif bersamaan dengan jalur badai menyebabkan terjadi banjir yang melanda kota.
Meskipun tidak bertahan lama, tetapi kerugian atas kerusakan-kerusakan cukup tinggi mengingat yang terkena dampak adalah kawasan padat penduduk dan ekonomi dengan mobilitas tinggi.
"Di Indonesia, cuaca ekstrem juga sempat terjadi di Bandung yang gelombang anginnya diduga sudah mencapai level tornado. Negara-negara yang sudah terbiasa dengan banjir dan tornado pasti telah memiliki sistem pencegahan yang advance.
Sinyal Positif
Sebaiknya Anda baca juga:
Di kesempatan lain, pengamat energi Universitas Gadjah Mada, M. Fahmi Radhi, mengatakan finalisasi paket pensiun dini PLTU 660 MW Cirebon menjadi kabar baik bagi transisi energi di Indonesia.
"Semoga saja misi transisi energi akan tercapai sesuai target. Jadi, ini kabar baik sekali untuk Indonesia," kata Fahmi.
Kesepakatan dengan ADB juga menjadi sinyal positif bagi investor untuk menanamkan modalnya di industri energi terbarukan di Indonesia. Sehingga, usai keberhasilan pensiun dini PLTU Cirebon ini dan diganti dengan EBT hal ini bisa jadi contoh nyata yang mengakselerasi transisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Investor butuh kisah sukses bagaimana pemerintah dan juga pihak lain seperti ADB sukses menjalankan transisi energi. Contoh sukses ini lebih dari sekadar pidato," tandas Fahmi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!