Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disdikbud Kalbar bangun 10 SMA/SMK baru di daerah 3T

📅 Senin, 06 Mei 2024, 17:27 WIB | Oleh:
Disdikbud Kalbar bangun 10 SMA/SMK baru di daerah 3T Doc: ANTARA/Rendra Oxtora
Ket. Pembangunan sarana pendidikan tingkat SMA/SMK di Kalbar terus di lakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.

PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat (Kalbar) Rita Hastarita mengatakan pihaknya akan melakukan pembangunan 10 SMA/SMK negeri baru pada 2024, khususnya di daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T) untuk melakukan pemerataan akses pendidikan di provinsi setempat.

"Untuk meningkatkan sarana pendidikan yang ada di Kalbar, kami telah memetakan beberapa lokasi pembangunan SMA/SMK negeri pada tahun ini. Setidaknya ada 10 sekolah baru yang kita bangun tahun ini, dimana sekolah tersebut akan diutamakan pembangunannya di daerah 3T," kata Rita Hastarita di Pontianak, Senin.

Rita menjelaskan tahun 2023, pihaknyamembangun 24 sekolah baru. Untuk tahun ini, rencananya dibangun 10 unit sekolah baru.

"Untuk membangun sekolah ini, kami telah menjalankan proses seleksi yang ketat, baik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)," tuturnya.

Rita menjelaskan dalam proses seleksi, pihaknya tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan akan pembangunan sekolah baru, tetapi juga mengintegrasikan berbagai data penting terkait infrastruktur pendidikan dan demografi wilayah.

"Dalam melakukan seleksi lokasi pembangunan sekolah baru, kami melakukan kajian dari Dikbud Kalbar. Kami melakukan pemetaan sekolah pendukung di wilayah tersebut, dengan minimal 3 SMP pendukung. Kami mengecek data lulusan SMP dan data usia jenjang SMA maupun SMK dari 15 hingga 19 tahun," katanya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dikbud kabupaten/kota serta perangkat desa. Jika kajian telah dilakukan secara mendalam, baru menetapkan lokasi pembangunan sekolah baru.

Menurutnya, kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di tingkat kabupaten/kota serta perangkat desa dilakukan untuk memastikan bahwa keputusan lokasi pembangunan sekolah baru memperhatikan berbagai aspek, termasuk aksesibilitas dan kebutuhan masyarakat setempat.

"Kami tidak hanya berkonsentrasi pada pembangunan sekolah baru, tetapi juga memperhatikan lokasi yang dipilih akan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, terutama dalam hal akses pendidikan yang mudah dijangkau," kata Rita.

Ia mengemukakan bahwa proses seleksi pembangunan sekolah baru dilakukan secara transparan dan berdasarkan data yang akurat.

"Dengan demikian, diharapkan pembangunan sekolah baru ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalbar," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.