Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Didorong Tata Kawasan Kebayoran Lama

📅 Minggu, 05 Mei 2024, 14:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov DKI Didorong Tata Kawasan Kebayoran Lama Doc: ANTARA/Erlangga Bregas Prakoso
Ket. Penjual melayani pembeli di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (15/3/2024).

JAKARTA - Komisi D DPRD DKI mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk menata kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan demi menjaga keberlanjutan pembangunan wilayah.

"Untuk penataan kawasan maupun ruang hijau untuk Komisi D selalu setuju," Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (5/5).

Ida menjelaskan, pihaknya belum menerima pembahasan mengenai penataan kawasan tersebut, namun menyatakan mendukung jika program itu terkait dengan penghijauan.


Menurut dia, dalam penataan kawasan minimal ada penanaman pohon pada wilayah yang akan dibangun sehingga takhanya di Kebayoran saja, namun dilakukan untuk semua wilayah di Jakarta.

Maka dari itu, dia menyatakan mendukung penataan kawasan di Jakarta Selatan tersebut selama mampu mempercantik maupun memperbaiki fasilitas yang ada.

"Saya minta ke Dinas Pertamanan sesegera mungkin membangun karena kalau tidak ada pihak ketiga bisa PJLP(penyedia jasa lainnya perorangan)yang melakukan itu," ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta berencana menata kawasan Kebayoran Lama dengan membagi empat blok yang terdiri atas ruang terbuka hijau (RTH) fungsional, penataan jalan, penataan taman koridor usaha mikro dan penataan taman transit Kebayoran.


Pertama, penataan Blok A yang meliputi RTH fungsional dan parkir dengan total luas lahan 8.336 meter persegi.

Nantinya, fungsi lahan akan difokuskan untuk penyediaan selter parkir, penampungan pedagang kaki lima (PKL) dan taman.

Lalu, penataan Blok B terdiri dari penataan jalan, lintas bawah (underpass), jalur pedesterian, jalur sepeda kolong jalan layang (flyover), menara pemantau lalu lintas dan bulevar, dengan total luas 41.408 meter persegi.

Penataan Blok C meliputi penataan area pedagang campuran. Blok C ini nantinya akan dibangun koridor pejalan kaki yang dilengkapi dengan taman dan penerangan sehingga pengunjung lebih nyaman.


Terakhir, penataan Blok D meliputi penyediaan taman transit Kebayoran. Taman akan berlokasi di bawah jalan layang, persimpangan Jalan Teuku Nyak Arief dekat halte koridor 8 TransJakarta.

Sebelumnya, Dinas Cipta Karya, Pertanahan, dan Tata Ruang (Citata) DKI Jakarta optimis penataan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan termasuk perbaikan infrastruktur bisa meningkatkan kenyamanan bagi warga yang berkunjung ke kawasan tersebut.

"Jalan nanti kita kembangkan dan saluran (drainase) kita perbaiki. Harapannya pembangunan kawasan Kebayoran Lama sesuai rencana," kata Kepala Dinas Citata DKI Jakarta Heru Hermanto di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.