Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Rasa dan Aroma Kopi Berbeda-beda? Analisis Kimia Mengungkap Rahasianya

📅 Sabtu, 04 Mei 2024, 10:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengapa Rasa dan Aroma Kopi Berbeda-beda? Analisis Kimia Mengungkap Rahasianya Doc: The Conversation/Shutterstock/Rawpixel.com
Ket. Analisis kimia dapat digunakan untuk menjelaskan aroma dan rasa kopi.

Surjani Wonorahardjo, Universitas Negeri Malang

Kopi merupakan salah satu minuman favorit di masyarakat. Konsumen umumnya menyukai kopi karena kandungan kafeinnya memberikan efek stimulan, seperti mencegah kantuk, memberi semangat positif. Kekhasan rasanya juga bervariasi-mulai dari pahit, asam, hingga manis.

Konsumsi kopi di seluruh dunia mencapai angka 178,5 juta karung (sekarung berisi sekitar 60kg biji kopi kering) pada tahun 2022/2023. Finlandia adalah negara dengan peminum kopi terbesar jika dihitung dari konsumsi kopi per orang per hari.

Para penyuka kopi kerap membanding-bandingkan aroma dan rasa dasar kopi, yang tidak diberi bahan tambahan seperti susu, gula atau perasa lainnya. Perbedaan aroma dan rasa ini berasal dari kandungan dan komposisi senyawa-senyawa yang ada dalam kopi.

Departemen kimia bekerja sama dengan Laboratorium Mineral dan Material Maju (Lab. MMM) serta Laboratorium Terpadu-semuanya di Universitas Negeri Malang-meneliti kopi sejak 2019. Dengan menggunakan metode-metode kimia analitik, kami berusaha menjelaskan senyawa apa saja yang ada di kopi jenis tertentu, dan mengapa rasa serta aromanya berbeda satu sama lain.

Apa rahasia aroma dan rasa kopi menurut kimia analitik?

Kimia analitik, atau analisis kimia, adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari komponen penyusun bahan alam-termasuk kopi-dan memetakan komposisinya. Analisis kimia dapat memberikan indikasi keberadaan suatu senyawa atau atom tertentu dan menghitung jumlahnya di dalam sampel, semisal sampel kopi kita.

Aroma kopi dapat dikenali hidung manusia karena adanya senyawa-senyawa volatil, yakni senyawa-senyawa ringan yang mudah 'terbang' di udara pada waktu kopi diseduh. Itu sebabnya bau kopi dapat tercium dengan mudah.

Begitupun dengan rasa kopi. Lidah dapat mengenali rasa kopi karena adanya paduan senyawa-senyawa yang ada.

Untuk mengetahui dengan pasti senyawa-senyawa apa saja yang ada dalam aroma dan rasa kopi, kami perlu melakukan ekstraksi dahulu.

Ekstraksi diperlukan untuk mengambil senyawa-senyawa tersebut dari serbuk kopi dengan menggunakan sebuah pelarut, misalnya metanol. Kumpulan senyawa yang bercampur ini kemudian dipisahkan dengan metode kromatografi, metode pemisahan untuk senyawa dengan kemiripan struktur. Setelah itu, senyawa-senyawa yang telah dipisahkan ini dianalisis menggunakan spektrometri (sering juga disebut spektroskopi) massa, metode identifikasi melalui deteksi massa dari masing-masing fragmen yang dihasilkan.

Ekstraksi yang dilakukan menghasilkan kromatogram, grafik komposisi jenis-jenis senyawa berikut jumlah relatifnya dalam sampel kopi. Perbedaan komponen dalam kopi robusta, arabika, dan kopi lanang tampak di sini.

Untuk menentukan identitas senyawa, kita dapat melihat spektrum massa yang berupa grafik pecahan molekul-molekul lalu mencocokkannya dengan database spektrometri massa.

Melalui basis data ini, kita dapat memprediksi nama dan jenis senyawa dengan akurat. Komposisi senyawa golongan tertentu-golongan asam, alkohol, ester yang harum, senyawa bernitrogen yang sering membawa manfaat antioksidan, dan berbagai senyawa lainnya-juga dapat dihitung dengan baik. Dengan demikian, penikmat kopi dapat memahami mengapa kopi yang satu lebih menyegarkan dibanding kopi yang lain, mengapa ada kopi yang lebih pahit, lebih asam, lebih harum seperti bunga atau buah tertentu, lebih dekat dengan bau tanah lembab, dan sebagainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

6 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.