Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB: 2.957 Warga Terdampak Banjir di Soppeng, Sulawesi Selatan

📅 Sabtu, 04 Mei 2024, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB: 2.957 Warga Terdampak Banjir di Soppeng, Sulawesi Selatan Doc: ANTARA/Hasrul Said
Ket. Foto udara suasana permukiman yang terdampak banjir di Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Sabtu (4/5/2024).

MAKASSAR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir sebanyak 2.957 warga terdampak bencana banjir akibat meluapnya Sungai Walanae dan sejumlah anak sungai di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

"Tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang luka-luka akibat bencana ini. Saat luapan air terjadi, tinggi muka air terpantau antara 20 hingga 200 centimeter," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui siaran pers yang diterima, Sabtu (4/5).

Dari laporan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Soppeng, genangan masih terjadi di pemukiman dan lahan milik warga setempat.

Hujan intensitas tinggi menyebabkan banjir di lima kecamatan dengan sebaran 12 desa dan kelurahan di Kabupaten Soppeng, Sulsel. Musibah tersebut terjadi pada Jumat, 3 Mei 2024, sekitar pukul 18.35 Wita.

Sebanyak 12 desa dan kelurahan di lima kecamatan terkena dampak luapan Sungai Wallanae dan beberapa sungai kecil lainnya setelah hujan lebat mengguyur kawasan itu.

Kecamatan terdampak masing-masing di Kecamatan Lilirilau, tiga desa dan satu kelurahan. Kemudian Kecamatan Marioriawa tersebar di tiga kelurahan, Kecamatan Ganra serta Kecamatan Marioriwawo ada dua desa terdampak dan Kecamatan Donri-Donri satu desa terdampak banjir.

Selain pemukiman warga, dampak banjir juga menyasar fasilitas umum. Tercatat, fasilitas pendidikan terdampak satu unit dan rumah-rumah warga masih terendam banjir. Untuk lahan persawahan yang terendam banjir seluas 680,91 hektare dan lahan kebun jagung 638 hektare.

BPBD Kabupaten Soppeng masih melakukan pendataan tempat tinggal yang terdampak banjir. Namun demikian, pantauan di lapangan menyebutkan jalan poros Soppeng-Wajo yang sebelumnya terhambat kini sudah dapat diakses kendaraan.

Menyikapi kondisi banjir yang masih berlangsung, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap banjir susulan. Prakiraan cuaca pada hari ini terpantau berpotensi hujan, khususnya di wilayah kecamatan yang masih terdampak banjir.

Secara umum, Sulawesi Selatan termasuk salah satu wilayah provinsi yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi disertai petir atau kilat dan angin kencang hingga Rabu (5/5).

Semua pihak terkait termasuk masyarakat diimbau untuk selalu mewaspadai potensi dampak bahaya hidrometeorologi lainnya, seperti banjir bandang, tanah longsor maupun cuaca ekstrem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Olahraga
Semarak Parade FIFA ASEAN C...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.