Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Tunggu Tanggapan Hamas soal Usulan Gencatan Senjata di Gaza

📅 Sabtu, 04 Mei 2024, 00:03 WIB | Oleh:
AS Tunggu Tanggapan Hamas soal Usulan Gencatan Senjata di Gaza Doc: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
Ket. Penasihat Komunikasi Keamanan Nasional AS, John Kirby di Gedung Putih di Washington, DC, pekan lalu.

WASHINGTON - Penasihat Komunikasi Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby, Kamis (2/5), mengatakan Amerika Serikat (AS) dan para mediator masih menunggu, belum menerima tanggapan resmi dari Hamas mengenai usulan terbaru soal gencatan senjata di Gaza.

"Belum," kata Kirby pada konferensi pers ketika ditanya apakah AS atau salah satu mediator telah mendengar tanggapan resmi dari Hamas mengenai proposal tersebut.

Usulan tersebut dilaporkan mencakup gencatan senjata selama 40 hari dan pembebasan ribuan tahanan Palestina dengan ganti pembebasan sandera Israel.

Perdana Menteri, Israel Benjamin Netanyahu, telah berjanji untuk menolak perjanjian gencatan senjata apa pun dengan Hamas apabila kelompok tersebut terus bersikeras menginginkan penghentian serangan di Jalur Gaza, lapor media Israel Walla! yang mengutip pejabat senior AS dan Israel.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, pada Rabu, mendesak kelompok Hamas untuk menerima usulan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel.

Dia tiba di Israel pada Selasa setelah mengunjungi Arab Saudi dan Yordania dalam rangkaian perjalanan dinas untuk melakukan pembicaraan guna mewujudkan gencatan senjata di Gaza.

Usulan Sangat Kuat

Blinken, saat berbincang dengan keluarga dari warga Israel yang disandera di Gaza, mengatakan ada usulan sangat kuat saat ini. Hamas harus mengatakan iya. Perbincangan itu dilakukan seusai pertemuan Menlu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog.

Blinken juga menegaskan kepada para keluarga bahwa pemerintah AS tidak akan berhenti sampai semua orang kembali ke rumah.

Hamas, yang diyakini menyandera hampir 130 orang Israel, menuntut diakhirinya serangan Israel di Gaza sebagai imbalan atas kesepakatan penyanderaan dengan Tel Aviv.

Kesepakatan sebelumnya pada November lalu mencakup pembebasan 81 warga Israel dan 24 warga asing yang ditukar dengan dipulangkannya 240 warga Palestina, termasuk 71 perempuan dan 169 anak.

Israel telah melancarkan serangan tanpa henti di Gaza sejak serangan lintas batas dilakukan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

Sementara itu, Kanselir Jerman, Olaf Scholz, mendiskusikan perkembangan terbaru di Jalur Gaza dalam pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

"Kanselir (Scholz) dan Perdana Menteri Netanyahu bertukar pandangan mengenai situasi dan kemungkinan masa depan di kawasan ini," kata Wakil Juru Bicara Pemerintah Jerman Wolfgang Buchner dalam sebuah pernyataan, Kamis (2/5).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.