Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Swiss Undang 160 Delegasi Pada Konferensi Damai Ukraina

📅 Jumat, 03 Mei 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Swiss Undang 160 Delegasi Pada Konferensi Damai Ukraina Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Foto kolase menunjukkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kanan).

Jenewa - Pemerintah Swiss pada Kamis mengatakan telah mengundang 160 delegasi dari seluruh dunia untuk menghadiri konferensi perdamaian Ukraina yang akan diselenggarakan pada Juni atas permintaan Kiev, namun Rusia belum mendapat undangan.

Dalam rilis pers Departemen Federal Urusan Luar Negeri, dikatakan bahwa para delegasi undangan mencakup anggota G7, G20, BRICS, EU, beberapa organisasi internasional, dan dua perwakilan keagamaan.

Konferensi tersebut bertujuan untuk membentuk formula perdamaian yang diusungPresiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan beberapa usulan lain berdasarkan Piagam PBB dan prinsip-prinsip utama hukum internasional.

Formula perdamaian 10 poin yang disampaikan pada akhir 2022 itu antara lain menyangkut upaya pengusiran seluruh pasukan Rusia dari Ukraina.

"Tujuan utama dari pertemuan puncak ini adalah untuk menginspirasi proses perdamaian di masa depan," kata pemerintah Swiss.

Pernyataan tersebut mengatakan "Swiss memiliki tradisi panjang dalam mendorong dialog" dan "oleh karena itu menganggap pertukaran pandangan berbeda mengenai jalan menuju perdamaian di Ukraina merupakan hal yang sangat penting."

Konferensi akan berlangsung pada 15-16 Juni di Burgenstock, yaitu gunung Swiss di wilayah Nidwalden.

Hingga saat ini, Rusia belum mendapat undangan. Namun, Kemenlu Swissmengatakan Jenewa terbuka untuk menyampaikan undangan.

Rusia telah berulang kali mengkritik konferensi tersebut. Menurut Moskow, konferensi itu tidak ada tujuan tanpa partisipasi negaranya.

"Tanpa partisipasi Rusia, bagaimana kita bisa mengharapkan diskusi substantif dan hasil yang berarti? Inisiatif ini tampaknya memiliki kelemahan," kata juru bicara Kremlin--kantor presiden Rusia--Dmitry Peskov pada Kamis.

Rusia meluncurkan "operasi militer khusus" di Ukraina pada 24 Februari 2022. Perundingan perdamaian langsung diadakan pada beberapa minggu pertama konflik, tapi tanpa hasil apa pun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.