Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investasi Emas Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Dunia

📅 Senin, 29 Apr 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investasi Emas Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Dunia Doc: ANTARA/Ampelsa
Ket. Ilustrasi - Pedagang memperlihatkan lempengan emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di pusat perdagangan logam mulia Pasar Aceh, Banda Aceh, Kamis (18/4/2024).

Banda Aceh - Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Chenny Seftarita, menyebutkan investasi emas menjadi pilihan yang paling aman bagi masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi politik dan ekonomi global.

"Pada kondisi yang tidak pastiseperti saat ini, tentu investasi emas adalah pilihan yang paling aman," kata Chenny Seftarita, di Banda Aceh, Minggu.

Koordinator Program Studi Ekonomi Pembangunan di USK itu menjelaskan, tren menguatnya harga emas dunia saat ini disebabkan oleh ketidakpastian kondisi politik dan ekonomi global.

Ketidakpastian ini, kata dia, menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai alternatif investasi yang aman.

"Ketidakpastian menyebabkan investor beralih berinvestasi emas dibandingkan dengan investasi portofolio seperti saham yang resikonya lebih tinggi. Meningkatnya permintaan emas tersebut kemudian menyebabkan harga emas naik," ujarnya.

Di Aceh, per hari Sabtu 27 April 2024, harga emas mencapai rekor tertinggi yaitu mencapai Rp3,8 juta per mayam (belum termasuk ongkos). Harga tersebut mengalami fluktuasi yang mana beberapa hari sebelumnya sempat sedikit mengalami penurunan.

Di samping itu, menurut dia, melemahnya nilai tukar rupiah saat ini yaitu rata-rata kisaran Rp16 ribu per dolar menjadikan investasi emas lebih menguntungkan dibandingkan pilihan investasi lainnya.

Alasannya, melemahnya rupiah mengindikasikan ekonomi tidak sedang baik-baik saja bahkan menyebabkan inflasi meningkat, dilihat dariimported inflationdancost push inflation.

"Investasi emas juga cukup menguntungkan di tengah potensi inflasi yang akan meningkat ke depan," katanya.

Chenny juga mengungkapkan, apabila nilai rupiah terus melemah, dampak secara psikologis investor asing akan melakukan pelarian modal (capital outflow) dari Indonesia ke negara yang lebih menguntungkan. Apalagi, saat ini USA masih menjanjikan dengan ditundanya peningkatan suku bunga The Fed.

"Jika USA merealisasikan kenaikan suku bunga The Fed, maka ada peluang menurunnya permintaan investasi saham dan obligasi di USA, investor akan mengalihkan investasinya di emas dan atau di pasar keuangan di luar USA yang dinilai menjanjikan," ujarnya.

Untuk itu, ia menyarankan masyarakat yang ingin berinvestasi emas sebagai tabungan jangka panjang, dapat melakukannya ketika harga emas mengalami penurunan di pasaran.

"Mengingat kita mengharapkan selisih jual dan beli yang menguntungkan di kemudian hari," demikian Chenny Seftarita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.