Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angka Stunting di Kabupaten Cianjur Turun Menjadi 11,4 Persen dari Sebelumnya 33,7 Persen

📅 Senin, 29 Apr 2024, 18:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Angka Stunting di Kabupaten Cianjur Turun Menjadi 11,4 Persen dari Sebelumnya 33,7 Persen Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Bupati Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman.

Cianjur - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat selama dua tahun terakhir dapat menurunkan angka prevalensi stunting menjadi 11,4 persen yang sebelumnya 33,7 persen di tahun 2021, dan turun menjadi 13,6 persen di tahun 2022.

Bupati Cianjur, Herman Suherman di Cianjur Senin, mengatakan penurunan signifikan angka stunting di Cianjur dua tahun terakhir tidak terlepas dari kerja bareng atau keroyokan yang dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai lapisan masyarakat terkait.

"Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, menunjukkan angka prevalensi stunting di Cianjur kembali turun menjadi 11,4 persen, penurunan angka stunting sangat signifikan sehingga Cianjur diperingkat kedua dari 27 kabupaten/kota di Jabar," katanya.

Ha tersebut, ungkap dia, merupakan prestasi bersama berkat kerjasama semua pihak unsur pemerintah daerah, Forkopimda, pihak swasta hingga masyarakat dalam rangka membantu warga miskin khususnya keluarga stunting di wilayahnya masing-masing.

Pihaknya mencatat ada tiga inovasi yang dilakukan dalam menurunkan angka prevalensi stunting, program Jufe atau Jumat Minum FE atau zat besi bagi remaja putri SMP dan SMA, Gerakan Bersama Aksi Orangtua Asuh Stunting (Gebrak Roasting) dan Permata Kamila serta kerja sama dengan CSR perusahaan dan organisasi masyarakat.

"Target jangka panjangzerostunting di Cianjur dari angka prevalensi saat ini 11,4 persen dapat tercapai beberapa tahun ke depan dengan cara keroyokan dapat terwujud," katanya.

Bahkan sejumlah program akan terus digencarkan seperti menekan angka ibu hamil beresiko tinggi dengan melakukan pemantauan agar ketika melahirkan bayinya sehat tidak stunting, bekerjasama dengan KUA untuk melakukan serangkaian kegiatan berupa pendidikan pranikah bagi calon pengantin.

"Sehingga perlu proses dan pendampingan terus karena penuntasan stunting tidak dapat dilakukan secara instan, sehingga perlu upaya bersama agar target Cianjur bebas stunting atau zero stunting dapat tercapai dengan cepat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.