Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemda di Jabar Diminta Jangan Asal Keluarkan Izin Bangunan di Daerah Rawan Bencana

📅 Minggu, 28 Apr 2024, 22:22 WIB | Oleh:
Pemda di Jabar Diminta Jangan Asal Keluarkan Izin Bangunan di Daerah Rawan Bencana Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin meninjau wilayah terdampak bencana di Garut, Minggu (28/4).

BANDUNG - Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin meminta pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten untuk tidak asal mengeluarkan izin bangunan mengingat potensi bencana yang ada di Jabar.

Menurut Bey, bijak dalam memberikan izin terutama di daerah rawan bencana dapat menjadi upaya dalam meminimalkan timbulnya kerusakan, bahkan korban jiwa.

"Kami sebagai pemprov meminta pemkab pemkot untuk berhati hati memberikan izin, terutama di tempat yang merupakan zona merah," kata Bey usai meninjau wilayah terdampak gempa 6,2 M di Kecamatan Cilawu, Garut, Minggu.

Beymenunjuk contoh di Cianjur dan Purwakarta yang memiliki potensi bencana tanah bergerak yang tinggi, mau tidak mau harus dilakukan peninjauan izin yang serius sebagai antisipasi bencana.

"Intinya keselamatan masyarakat adalah yang utama," ucapnya.

Dikatakan Bey hal itu merupakan bagian dari kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana yang mungkin terjadi, terlebih Indonesia, termasuk Jawa Barat, berada pada jalur rangkaian gunung api atau cincin api (ring of fire).

"Jabar dalam rakornas BNPB kemarin memang dalam 2023 paling banyak bencana, 750 bencana campuran, ada banjir dan sebagainya. Kita harus lebih waspada, apalagi tanah bergerak Jabar ini banyak sekali," ucapnya.

Sebagai salah satu upaya kesiapsiagaan bencana, Bey mengatakan bahwa materi kebencanaan juga sudah masuk kurikulum SD, demi meningkatkan budaya mitigasi kebencanaan.

"Dengan demikian tidak takut berlebihan, tapi harus waspada," tuturnya.

Saat ini, kata Bey, masyarakat telah lebih tanggap, seperti dalam gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (27/4) yang mengguncang sekitar Garut.

"Alhamdulillah sekarang masyarakat tanggap. Tadi ibu-ibu bilang bahwa saat ada gempa langsung keluar rumah, nunggu sampai aman, sebelum kembali ke rumah. Kemudian juga ada grup untuk melaporkan, alhamdulillah kemarin semuanya terkendali," kata Bey menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.