Pengamat AS: India akan Melampui Capaian Tiongkok
📅 Sabtu, 27 Apr 2024, 16:52 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
WASHINGTON - Dalam dunia geopolitik, India dan Tiongkok diketahui terlibat sengketa perbatasan. Kedua negara ini juga kerap dianggap sebagai pesaing, terutama dalam bidang manufaktur.
Dalam perbincangan di podcast baru-baru ini, seorang pengusaha, komentator politik konservatif Iran-Amerika, penulis, dan YouTuber Amerika Serikat, Patrick Bet-David, memuji kebijakan luar negeri India dengan Tiongkok dan menegaskan bahwa India berhasil melampaui pengaruh tetangganya di Asia terhadap dunia. Patrick Bet-David adalah
"Persaingan saat ini adalah antara India dan Tiongkok. Iphone sekarang dibuat di India. Saat membeli Iphone sekarang anda dapat melihat di bagian belakang (tulisan) "Made in India". Pertama kali bukan "Made in China", tapi "Made in India"," ujarnya.
Bet-David mengungkapkan, dalam ketegangan yang terjadi sebelumnya, India juga telah lebih dahulu bersikap tegas terhadap perkembangan aplikasi digital Tiongkok dibandingkan Amerika Serikat.
"Tebak siapa yang memblokir TikTok di negaranya, India. Siapa yang memblokir 100 aplikasi di Tiongkok? India," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Patrick Bet-David mengatakan, bahwa India telah belajar dari kesalahan Tiongkok dalam berurusan dengan Amerika Serikat dalam perang dagang, dan juga mencatat sejumlah kegagalan Beijing.
"India tidak takut pada Tiongkok dan India sudah melihat bagaimana Tiongkok bernegosiasi dengan AS, dan mereka menyadari tidak akan melakukan hal yang sama. Tiongkok juga melakukan sejumlah kesalahan yang dilakukan India. Seperti kebijakan satu anak' dan ekspansi berlebihan," tuturnya.
"Saat ini usia rata-rata orang Tiongkok 38,4 tahun. Sementara usia rata-rata di India 27 antara 27 dan 28 tahun. Indian Institutes of Technology telah banyak menghasilkan insinyur-insinyur yang luar biasa. Perusahaan-perusahaan besar ingin mempekerjakan mereka. Mereka seperti bintang musik rock".
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya kira India akan menjadi (negara) penting pada 20, 30, 40 tahun ke depan. Selama India ada pada posisi ini, Tiongkok akan membencinya," kata Bet-David.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!