Jasa Perempuan 'Pemecah Kode Rahasia' Inggris di Perang Dunia II yang Terlambat Diakui
📅 Sabtu, 27 Apr 2024, 02:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Justin TALLIS
Selama Perang Dunia II, puluhan mahasiswi Universitas Cambridge secara rahasia bekerja sepanjang waktu untuk memecahkan kode rahasia Nazi Jerman. Namun baru sekarang ini, "para pahlawan perempuan ini" mendapatkan pengakuan atas jasa-jasanya.
Setidaknya 77 perempuan dari Newnham College secara khusus direkrut ke Bletchley Park, pusat pemecahan kode di utara London, selama konflik itu. Di sanalah, ahli matematika Alan Turing memecahkan kode pesan yang dienkripsi oleh mesin Enigma Nazi, khususnya yang dikirim oleh kapal selam U-boat Jerman di Atlantik Utara.
Para sejarawan secara luas mengakui bahwa Bletchley memainkan peran penting dalam menjatuhkan Adolf Hitler. Namun kisah perempuan Cambridge baru terungkap baru-baru ini berkat penelitian yang dimulai oleh Sally Waugh lima tahun lalu.
Mantan siswa dan guru Newnham berusia 69 tahun ini mengatakan dia ingin menyoroti peran perempuan pada periode ini, yang sering diabaikan dalam buku sejarah.
"Tidak ada seorangpun yang bisa mengucapkan terima kasih," kata Waugh kepadaAFP. "Saya tidak menyangka orang-orang dari Newnham ternyata bekerja di Bletchley Park," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Suatu hari, Waugh menemukan artikel yang menyebutkan nama teman lamanya, Jane Monroe, yang meninggal pada 2005. Ketika Monroe, seorang ahli matematika dari Newnham, ditanya apa yang telah dia lakukan selama perang, dia menjawab tanpa terpengaruh: "Oh, saya hanya membuat teh saja," kata Waugh.
"Ternyata dia sebenarnya seorang pemecah kode. Dia adalah seorang teman, tapi dia tidak memberitahuku," tutur Waugh.
Monroe tidak dapat berbicara mengenai perannya karena ia telah meneken Undang-Undang Rahasia Resmi, yang membatasi publikasi informasi pemerintah yang dianggap sensitif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel yang ditulis Waugh tersebut menyebutkan tiga perempuan lain, yang dilacak melalui arsip universitas. "Saya pikir, jika ada empat, saya ingin tahu apakah masih ada lagi?" ucap Waugh. Faktanya, Waugh menemukan sekitar 20 nama lain dan kemudian melakukan referensi silang informasinya dengan Bletchley Park.
Akhirnya Waugh mampu mengidentifikasi hampir 80 perempuan lainnya. Satu-satunya orang yang namanya tercatat dalam sejarah sejauh ini adalah matematikawati Joan Clarke, yang direkrut pada tahun 1940 dan bekerja dengan decoder Enigma dan ilmuwan komputer terkenal Turing, bahkan sempat bertunangan dengan ilmuwan itu.
Clarke menjadi wakil kepala unitnya dan setelah perang terus bekerja di bidang intelijen. Aktris Keira Knightley memenangkan nominasi Oscar untuk perannya sebagai Clarke dalam filmThe Imitation Gametahun 2014.
Juga dalam daftar adalah Violet Cane, ahli matematika lain yang berbakat dalam bidang statistik. Dia bekerja di bagian angkatan laut Bletchley antara tahun 1942 dan 1945. Ada pula penutur bahasa Jerman bernama Elizabeth Langstaff diberi tugas untuk merekonstruksi pesan-pesan Jerman dari dekripsi mentah, menafsirkan singkatan, dan menganalisis hasilnya selama berbulan-bulan.
Bukti Otentik
Pada akhir tahun 2023, seorang arsiparis Newnham menemukan bukti otentik berupa surat tertanggal 28 Januari 1939 yang isinya menerangkan bahwa rektor universitas mengkonfirmasi kepada Bletchley Park bahwa dalam keadaan darurat, mereka harus dapat menemukan untuk Bletchley Park sekitar enam mahasiswi yang mahir dalam bidang bahasa modern untuk ditugaskan di kantor Kementerian Luar Negeri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!