Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ByteDance Pilih TikTok Ditutup di AS jika Upaya Hukum Gagal

📅 Sabtu, 27 Apr 2024, 00:02 WIB | Oleh:
ByteDance Pilih TikTok Ditutup di AS jika Upaya Hukum Gagal Doc: OLIVIER DOULIERY/AFP
Ket. Aplikasi TikTok

HONG KONG - Sejumlah sumber mengatakan perusahaan induk TikTok, ByteDance, lebih memilih untuk menutup aplikasi tersebut dan merugi daripada menjualnya jika perusahaan asal Tiongkok tersebut gagal melakukan semua upaya hukum untuk melawan undang-undang yang melarang platform tersebut dari toko aplikasi di Amerika Serikat.

"Algoritma yang diandalkan TikTok untuk operasinya dianggap inti dari keseluruhan operasi ByteDance, yang akan membuat penjualan aplikasi dengan algoritma sangat kecil kemungkinannya," kata sumber tersebut, baru-baru ini.

"TikTok menyumbang sebagian kecil dari total pendapatan dan pengguna aktif harian ByteDance, sehingga induk perusahaan lebih memilih aplikasi tersebut ditutup di AS dalam skenario terburuk daripada menjualnya ke pembeli Amerika," katanya.

"Penutupan TikTok hanya akan berdampak terbatas pada bisnis ByteDance, sementara perusahaan tidak harus melepaskan algoritma intinya," jelasnya.

Dikutip dari The Straits Times, perusahaan tersebut pada Kamis (25/4), menyatakan dalam sebuah pernyataan yang di-posting di Toutiao, sebuah platform media yang dimilikinya, mereka tidak memiliki rencana untuk menjual TikTok, sebagai tanggapan terhadap sebuah artikel oleh The Information yang mengatakan ByteDance sedang menjajaki skenario untuk menjual bisnis TikTok di AS tanpa algoritma yang merekomendasikan video kepada pengguna TikTok.

CEO TikTok, Chew Shou Zi, mengatakan pada Rabu bahwa perusahaan media sosial tersebut memperkirakan akan memenangkan gugatan hukum untuk memblokir undang-undang yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden yang menurutnya akan melarang aplikasi video pendek populernya yang digunakan oleh 170 juta orang Amerika.

Mengakses Data

RUU yang disahkan secara mayoritas oleh Senat AS pada 23 April, didorong oleh kekhawatiran yang meluas di kalangan anggota parlemen AS bahwa Tiongkok dapat mengakses data warga Amerika atau menggunakan aplikasi tersebut untuk pengawasan.

Penandatanganan Biden menetapkan batas waktu penjualan pada 19 Januari, satu hari sebelum masa jabatannya berakhir, tetapi ia dapat memperpanjang batas waktu tersebut hingga tiga bulan jika menurutnya perusahaan swasta ByteDance mengalami kemajuan.

ByteDance tidak mengungkapkan secara publik kinerja keuangannya atau rincian keuangan unitnya. Perusahaan ini terus menghasilkan sebagian besar uangnya di Tiongkok, terutama dari aplikasi lain seperti Douyin, yang setara dengan TikTok di Tiongkok.

Sumber lain yang mengetahui langsung menyebutkan AS menyumbang sekitar 25 persen dari keseluruhan pendapatan TikTok pada tahun 2023.

Pendapatan ByteDance pada tahun 2023 meningkat menjadi hampir 120 miliar dollar AS pada tahun 2023 dari 80 miliar dollar AS pada tahun 2022. "Pengguna aktif harian TikTok di AS juga hanya menyumbang sekitar 5 persen dari pengguna ByteDance di seluruh dunia," kata salah satu sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.