Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Portugal Segera Bayar Ganti Rugi Dampak dari Praktik Perbudakan

📅 Kamis, 25 Apr 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Portugal Segera Bayar Ganti Rugi Dampak dari Praktik Perbudakan Doc: ISTIMEWA
Ket. Portugal

LISBON - Presiden Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, pada Selasa (23/4) malam, mengatakan Portugal bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan selama perbudakan transatlantik dan era kolonial dan menyarankan perlunya reparasi.

Selama lebih dari empat abad, setidaknya 12,5 juta orang Afrika diculik, diangkut secara paksa dalam jarak jauh dengan kapal dan pedagang Eropa, dan dijual sebagai budak.

Dikutip dari The Straits Times, mereka yang selamat dari pelayaran tersebut akhirnya bekerja keras di perkebunan di Amerika, sebagian besar di Brasil dan Karibia,sementara yang lain mengambil keuntungan dari kerja mereka.

Portugal memperdagangkan hampir enam juta warga Afrika, lebih banyak dibandingkan negara Eropa lainnya, namun sejauh ini gagal menghadapi masa lalunya dan hanya sedikit yang mengetahui perannya dalam perbudakan trans-Atlantik di sekolah.

Sebaliknya, era kolonial Portugal, di mana negara-negara termasuk Angola, Mozambik, Brasil, Tanjung Verde, dan Timor Leste, serta sebagian India tunduk pada kekuasaan Portugis, sering dianggap sebagai suatu kebanggaan.

Kesalahan Masa Lalu

Berbicara di sebuah acara dengan koresponden asing pada Selasa malam, Rebelo de Sousa mengatakan Portugal bertanggung jawab penuh atas kesalahan masa lalu dan kejahatan tersebut, termasuk kejahatan pembantaian dalam kolonialisme. "Kami harus membayar biayanya," katanya.

Apakah ada tindakan yang tidak dihukum dan pelakunya tidak ditangkap? Apakah ada barang yang dijarah dan tidak dikembalikan? Mari kita lihat bagaimana kita bisa memperbaikinya.

Gagasan untuk membayar reparasi atau melakukan perbaikan terhadap perbudakan transatlantik telah mendapatkan momentum di seluruh dunia, termasuk upaya untuk membentuk pengadilan khusus yang menangani masalah ini.

Para aktivis mengatakan bahwa reparasi dan kebijakan publik untuk melawan kesenjangan yang disebabkan oleh masa lalu Portugal, termasuk rasisme sistemik, sangatlah penting.

Rebelo de Sousa mengatakan tahun lalu Portugal harus meminta maaf atas perbudakan dan kolonialisme transatlantik, namun tidak memberikan permintaan maaf sepenuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.