Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bangkok Dilanda Gelombang Panas Ekstrem

📅 Kamis, 25 Apr 2024, 02:29 WIB | Oleh:
Bangkok Dilanda Gelombang Panas Ekstrem Doc: AFP/Lillian SUWANRUMPHA
Ket. Gelombang Panas l Sejumlah turis melindungi diri mereka dari sengatan matahari dengan memakai payung saat berwisata ke Kuil Wat Pho di Bangkok, Thailand, pada 1 April lalu. Pada Rabu (24/4) pihak berwenang Thailand mengeluarkan peringatan bahaya gelombang panas ekstrem di Bangkok yang mendesak masyarakat untuk tetap tinggal di dalam rumah demi keselamatan mereka.

BANGKOK - Pihak berwenang Thailand pada Rabu (24/4) mengeluarkan peringatan gelombang panas ekstrem di Bangkok yang mendesak masyarakat untuk tetap tinggal di dalam rumah demi keselamatan mereka ketika suhu melonjak.

Suhu di ibu kota Thailand secara luas diperkirakan mencapai 39 derajat Celsius, sementara indeks suhu panas naik di atas 52 derajat Celsius yang dianggap sangat berbahaya oleh pemerintah kota. Indeks suhu panas adalah ukuran suhu yang dirasakan, dengan mempertimbangkan kelembapan, kecepatan angin, dan faktor lainnya.

"Peringatan: indeks suhu panas hari ini sangat berbahaya. Harap hindari aktivitas di luar ruangan," tulis Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Bangkok dalam sebuah postingan diFacebook. "Indeks panas tergolong sangat berbahaya bila melebihi 52 derajat Celsius," imbuh dinas itu.

April biasanya merupakan waktu terpanas dan paling lembab sepanjang tahun di Thailand, namun kondisi tahun ini diperburuk oleh pola cuaca El Nino. Pada Senin (22/4) lalu, Kerajaan Thailand dilanda gelombang panas dengan suhu 44,2 derajat Celsius tercatat di Provinsi Lampang di utara. Suhu panas itu hanya sedikit di bawah rekor nasional sepanjang masa sebesar 44,6 derajat Celsius.

Cuaca panas diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang, dan pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk tetap terhidrasi, menggunakan tabir surya, dan berolahraga di dalam ruangan untuk menghindari sengatan panas.

Suhu global mencapai rekor tertinggi tahun lalu dan badan cuaca dan iklim PBB mengatakan pada Selasa (23/4) bahwa Asia mengalami pemanasan dengan sangat cepat. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Nasional
Rapat Evaluasi atas Kecelak...

Capaian Kinerja Dewan Pers

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Capaian Kinerja Dewan Pers

Perusakan dan Pengupasan Kulit Pohon di Bandung

1.5 jam yang lalu | Winoto Wahyu

Daerah
Perusakan dan Pengupasan Ku...
Luar Negeri
AS-Korsel Persingkat Latiha...
Luar Negeri
IAEA Temukan Berton-Ton Mat...
Luar Negeri
Russia dan Ukraina Saling T...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.