Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebaran Fair Sukses Raih Transaksi Ratusan Miliar Rupiah dan Ribuan Pengunjung

📅 Selasa, 23 Apr 2024, 10:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lebaran Fair Sukses Raih Transaksi Ratusan Miliar Rupiah dan Ribuan Pengunjung Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Marketing Director JIEXPO Ralph Sceunemann saat konferensi pers di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2024).

JAKARTA - Agenda Jakarta Lebaran Fair (JLF) 2024 pada 3-21 April di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta Pusat berhasil meraih total transaksi ratusan miliar dengan 350 ribu pengunjung."Untuk total transaksi, tercatat angkanya sudah di atas Rp250 miliar. Tapi kalau saya perkirakan, itu angkanya akan ditutup di Rp400-450 miliar. Ini juga akan kita genjot terus di tahun depan. Ada ratusan ribu pengunjung yang datang," kata Marketing Director JIEXPO, Ralph Scheneumann saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (23/4).Ralph menyebut, penyelenggaraan Jakarta Lebaran Fair tahun ini terbilang sukses, meski merupakan agendaperdana tetapimasyarakat antusias dan terbukti yang datang saat Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, hingga hari-hari berikutnya, cukup tinggi."Sebagai agendapertama, bisa kita bilang Jakarta Lebaran Fair ini tergolong sukses. Memang kalau dibandingkan dengan Jakarta Fair masih jauh, tapi ini cikal bakalnya suatu pameran yang akan berkembang besar 3-5 tahun mendatang," ujar Ralph.

Selain itu, keyakinan Ralph dibarengi seiring meningkatnya permintaan dari para peserta pameran (tenant) untuk tampil di Jakarta Lebaran Fair. Kegiatan tahun ini pun menjadi momen untuk mengenalkan JLF kepada khalayak luas.

"Saya pribadi percaya bahwa dari sisi 'tenant' tahun depan akan naik 20-30 persen karena permintaan dari merekasudah cukup banyak dan JLF sekarang ini, masyarakat sudah lebih tahu lagiuntuk tahun berikutnya," ujar Ralph.Terkait jumlah pengunjung, Ralph merinci ada belasan ribu pengunjung saat hari kerja (weekdays) dan puluhan ribu orang saat akhir pekan atau hari libur (weekend)."'Weekdays' itu masih belasan ribu, kalau 'weekend' di atas 20-30 ribu. Ini target yang kita genjot terus di tahun mendatang," ucap Ralph.

Untuk total transaksi, Ralph mencatat angka transaksi yang berada di Rp250 miliar itu bisa terus meningkat hingga Rp400-450 miliar untuk akhir acara atau ke depannya.Sebelumnya, Ralph mengatakan JLF diadakan karena melihat banyaknya permintaan dari masyarakat untuk mengadakan acara di Ramadhan.

"Ajang ini dapat menjadi destinasi favorit libur Lebaran bagi masyarakat Jakarta dan juga dari daerah lain," kata Ralph saat konferensi pers di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (27/3).Berbeda dengan Jakarta Fair, JLF hanya akan digelar di Hall A, B, C dan area luar ruang. Pada Senin-Jumat, JLF akan buka pukul 15.00-22.00 WIB, sedangkan Sabtu, Minggu dan periode libur Lebaran JLF buka pukul 11.00-23.00 WIB.

Namun, terdapat jam operasional pada malam takbiran yakni pukul 11.00-18.00 WIB dan Lebaran hari pertama 14.00-23.00 WIB.Sama seperti Jakarta Fair, para pengunjung tetap dapat menikmati bazar otomotif, gawai, komputer, alat olahraga, fesyen dan garmen, peralatan rumah tangga, furnitur, barang-barang elektronik, kuliner, kerajinan tangan, herbal dan pengobatan, hingga kosmetik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.