Belanja Negara Harus Diarahkan ke Aktivitas Produktif
📅 Senin, 22 Apr 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiMenurutnya, berbagai konflik geopolitik yang terjadi dapat meningkatkan harga minyak dunia. Hal tersebut kemudian dapat mendorong penambahan biaya transportasi dan logistik, sehingga menaikkan harga berbagai komoditas.
Ia menyatakan bahwa efek domino dari peningkatan harga minyak tersebut dapat membuat anggaran pemerintah membengkak dan mengurangi ruang fiskal (fiscal space) APBN.
"Dengan adanya kenaikan harga minyak ini diprediksi akan ada defisit fiskal sebesar 2 hingga 3 persen," kata Esther, dosen Fakulktas Ekonomi Undip.
Ia juga berharap pemerintah sebaiknya memperkuat fundamental ekonomi nasional dengan meningkatkan ekspor dari komoditas nonmigas serta menaikkan devisa negara dari berbagai sektor alternatif, seperti pariwisata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, ia menyampaikan bahwa Indonesia juga perlu mengurangi kebergantungan terhadap pihak asing agar perkembangan situasi global tidak akan berdampak signifikan kepada perekonomian dalam negeri.
"Kalau kita semakin bergantung maka ada shock sedikit dari global, shock variable dari luar, itu kita akan lebih rentan," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!