Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog Sebut Stok Beras Capai 1,26 Juta Ton Hingga Pertengahan April

📅 Sabtu, 20 Apr 2024, 05:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bulog Sebut Stok Beras Capai 1,26 Juta Ton Hingga Pertengahan April Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Foto Arsip - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi memberi keterangan kepada awak media di Jakarta, Jumat (5/4/2024).

Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengungkapkanbahwa stok beras yang ada di gudang BUMN pangan tersebut mencapai 1,26 juta ton hingga pertengahan April 2024.

"Hingga akhir Lebaran Idul Fitri 2024 ini, kalau untuk stok beras Bulog saat ini ada 1,26 juta ton. Itu data posisi terakhir per 17 April 2024", kata Bayu dihubungi di Jakarta, Jumat.

Bayu menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan penyerapan gabah kering panen (GKP) di tingkat petani untuk pengadaan stok beras dalam negeri.

Perum Bulog mencatat sudah melakukan pembelian sebanyak 187 ribu ton GKP di tingkat petani hingga posisi 17 April 2024.

"Kalau untuk target penyerapan gabah di tahun 2024 intinya kami sangat usahakan dan berkonsentrasi penuh lakukan pengadaan dalam negeri secara optimal," kataBayu.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa potensi produksi beras pada April diperkirakan mencapai 4,9 juta ton sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ketersediaan beras dalam negeri.

"Bulan ini (potensi) panen padi 4,9 juta ton setara beras, Yang kemarin bulan lalu (Februari) dari 3,5 juta ton naik 3,8 juta ton (pada Maret)," kata Arief di sela halalbihalal bersama awak media di Jakarta, Kamis (18/4).

Dia menyampaikan angka itu berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) dari Badan Pusat Statistik (BPS). Selanjutnya panen padi pada Mei juga diperkirakan mencapai 3 juta ton setara beras. Angka ini menurun dari prediksi pada bulan April.

Arief menuturkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan stok beras Bulog minimal di angka 3 juta ton.

"Kalau Pak Presiden ingin Bulog itu punya minimal 3 juta ton stok beras, kalau penugasan dari Badan Pangan (ke Bulog) kan 2 juta ton, kenapa 2 juta ton? Karena 1,2 juta tonnya itu dipakai untuk SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan)," katanya.

"Kemudian kita juga punya bantuan pangan (10 kg beras) untuk KPM Januari sampai Juni 2024," katanya lagi.

Karena itu, Arief berharap agar Perum Bulog dan jajarannya di seluruh wilayah Indonesia menerapkan sistem jemput bola dalam penyerapan GKP di tingkat petani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.