Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertanian Hidroponik Bisa Tekan Sampah

📅 Jumat, 19 Apr 2024, 04:00 WIB | Oleh:
Pertanian Hidroponik Bisa Tekan Sampah Doc: Antara

BOGOR - Masyarakat hendaknya didorong untuk mengembangkan pertanian hidroponik. Selain sehat, bertanam model ini juga bisa mengurangi sampah organik. Demikian penjelasan Field Manager Nara Puncak, Deni Efriyansah.

Menurut Deni saat ini, Nara Puncak sendiri juga tengah mengembangkan pertanian organik dengan sistem Integrated Farming yang terletak di Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Nara Puncak adalah bagian dari Nara Kupu Village yang ada di Depok, dan ada juga Nara Kupu Jogja di DIY. Nah saat ini kami juga mengembangkan sistem Integrated Farming di Megamendung Bogor dan sudah sekitar tiga bulan berjalan," ujar Deni Efriyansah dalam keterangannya, Rabu.

Nama Nara sendiri sudah tidak asing dalam dunia pertanian organik dan edukasi wisata perkebunan, yakni Nara Kupu Village di Kota Depok dan Nara Kupu Jogja di Sleman, DIY.

Pengembangan pertanian organik ini mulai perencanaan pembukaan lahan, pengolahan lahan, pembuatan pupuk organik, penyemaian benih tanaman, penanganan panen sampai pemasaran produk ke wilayah Ibu Kota DKI Jakarta.

Lebih lanjut Deni menjelaskan, Nara Puncak mengembangkan pertanian menggunakan dua sistem terdiri dari sistem olah tanah dan sistem hidroponik. Deni menjelaskan komoditas yang dibudidayakan Kebun Nara Puncak saat ini terdiri dari tanaman Pakcoy, tomat, terong, cabai dan tanaman lainnya.

Hanya 29 Persen

Menurut Deni, di Indonesia kini hanya 29 persen lahan pertanian yang memiliki kandungan bahan organik dua sampai tiga persen. Sementara itu, lanjutnya, hanya ada enam persen lahan pertanian yang mengandung bahan organik di atas tiga persen.

"Nara Puncak memproduksi pupuk organik sendiri, terdiri dari pupuk organik eco enzim, pupuk organik POC/pestisida nabati dan kompos organik untuk menjaga kesuburan tanah dan keadaan tekstur tanah itu sendiri," jelasnya.

Deni menegaskan, akan terus melakukan uji coba untuk mengembangkan pertanian Integrated Farming System melalui perlakuan pertanian dari hulu ke hilir. Caranya, dengan menerapkan pertanian organik, memanfaatkan limbah yang ada di sekitar lingkungan kebun, sehingga dapat memproduksi sayuran sehat dan siap saji bagi konsumen.

Ke depan konsep Nara Puncak juga akan mengikuti Nara Kupu Village atau Nara Kupu Jogja. Di mana bukan saja pertanian sayuran organik, tapi juga ada penangkaran rusa, unggas dan lain-lain. "Bahkan juga nanti menjadi tujuan wisata edukasi bagi anak-anak sekolah dan sebagainya," ungkap Deni.

Deni pun mengaku optimis lantaran saat ini permintaan pasar terhadap sayuran organik terus meningkat, seperti halnya di Jakarta. Deni juga mengajak kalangan milenial untuk mulai menggeluti dunia pertanian organik, terutama dalam memanfaatkan lahan lahan kosong di perkotaan menggunakan sistem hidroponik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.