Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Bengkulu Hingga Beberapa Hari ke Depan

📅 Kamis, 18 Apr 2024, 17:14 WIB | Oleh:
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Bengkulu Hingga Beberapa Hari ke Depan Doc: ANTARA/Anggi Mayasari
Ket. BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu memprediksi akan terjadi cuaca ekstrem di wilayah tersebut hingga beberapa hari ke depan.

KOTA BENGKULU - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu memprediksi cuaca ekstrem di wilayah tersebut hingga beberapa hari ke depan.Prakirawan BMKG Stasiun Fatmawati Bengkulu Rahyu Meylansari di Bengkulu, Kamis, menerangkan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir yang disebabkan karena adanya gangguan cuaca di wilayah tersebut.

"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi akan melanda seluruh wilayah di provinsi Bengkulu hingga tiga hari ke depan pada waktu siang hingga dinihari," ujar dia.

Cuaca ekstrem tersebut disebabkan karena adanya pertemuan angin konvergensi disertai labilitas dan kelembaban udara yang memicu pertumbuhan awan hujan.

Kemudian, dampak tingginya curah hujan seperti longsor hingga banjir ke depan harus diwaspadai oleh masyarakat.

Oleh karena itu, kata Rahyu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memantau perkembangan cuaca yang dikeluarkan BMKG setiap waktu.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengkonsumsi makanan ataupun minuman dingin guna menghindari penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Bengkulu Joni Haryadi Thabrani menjelaskan bahwa penyakit ISPA disebabkan karena virus ataupun bakteri yang dapat menyerang ke semua usia baik dari balita hingga lansia khususnya yang fisik nya atau imun tubuh melemah.

Serta, para pekerja lapangan juga rentan terkena dan sehingga masyarakat disarankan untuk menggunakan masker karena berhadapan langsung dengan debu dan polusi, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah.

Jika kondisi tubuh atau imun manusia menurun, maka dapat menyebabkan sejumlah penyakit datang seperti demam, flu dan lainnya.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.