Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Amerika Serikat Segera Terapkan Sanksi Baru kepada Iran

📅 Kamis, 18 Apr 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Amerika Serikat Segera Terapkan Sanksi Baru kepada Iran Doc: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP
Ket. Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS), pada hari Selasa (16/4), mengatakan segera menjatuhkan sanksi baru terhadap program rudal dan pesawat tak berawak Iran setelah serangannya pada akhir pekan terhadap Israel, serta AS mengharapkan sekutu dan mitranya untuk mengikuti langkah-langkah serupa.

Pernyataan dari Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, ini muncul setelah Menteri Keuangan, Janet Yellen, mengindikasikan tindakan hukuman sedang dilakukan. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan kantornya sedang mengupayakan langkah serupa.

Dikutip dari Barron, Iran mengirim lebih dari 300 rudal, drone, dan roket ke Israel selama akhir pekan, yang disebut sebagai pembalasan atas serangan mematikan terhadap konsulat Teheran di Damaskus. Hampir semua proyektil berhasil dicegat, dan hanya terjadi sedikit kerusakan.

"Dalam beberapa hari mendatang, Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi baru yang menargetkan Iran, termasuk program rudal dan drone-nya serta Garda Revolusi dan Kementerian Pertahanan Iran," kata Sullivan dalam sebuah pernyataan.

"Kami mengantisipasi bahwa sekutu dan mitra kami akan menerapkan sanksi mereka sendiri," tambahnya.

Sanksi-sanksi baru dan langkah-langkah lain ini akan terus memberikan tekanan yang kuat untuk membendung dan menurunkan kapasitas dan efektivitas militer Iran serta menghadapi seluruh perilaku bermasalahnya.

Pihak berwenang AS telah menggunakan alat ekonomi untuk melawan aktivitas Iran, dengan menargetkan program drone dan rudalnya, serta pendanaannya terhadap kelompok seperti Hamas, yang melancarkan serangannya sendiri terhadap Israel pada 7 Oktober.

Mengancam Stabilitas

Sebelumnya, Yellen meninjau sanksi itu dan mengatakan tindakan Iran mengancam stabilitas kawasan dan dapat menyebabkan dampak buruk terhadap perekonomian.

"Departemen Keuangan tidak akan ragu untuk bekerja sama dengan sekutu AS untuk menggunakan otoritas sanksi kami untuk terus mengganggu aktivitas rezim Iran yang merusak dan mengganggu stabilitas," katanya.

Dia menambahkan semua opsi untuk mengganggu pendanaan teroris akan dibahas. Perang berbulan-bulan antara Israel dan Hamas di Gaza telah memicu kekerasan di wilayah tersebut yang melibatkan proksi dan sekutu Iran yang mengatakan mereka bertindak untuk mendukung warga Palestina di Jalur Gaza.

Namun, ketegangan meningkat lebih tinggi lagi setelah serangan langsung pertama Teheran terhadap Israel, yang mendorong seruan deeskalasi oleh para pemimpin dunia karena khawatir akan konflik yang lebih luas.

Yellen tidak menjelaskan secara spesifik mengenai langkah-langkah yang mungkin diambil, namun mengatakan Washington telah berupaya mengurangi kemampuan Iran untuk mengekspor minyak, dan menambahkan mungkin ada lebih banyak hal yang dapat kami lakukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.