Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Minta Maaf karena Partainya Kalah Pemilu Parlemen

📅 Rabu, 17 Apr 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Minta Maaf karena Partainya Kalah Pemilu Parlemen Doc: Antara/Media Center KTT Asean 2023/Akbar Nugroho G
Ket. Arsip - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menghadiri ASEAN-Republic of Korea (ROK) Summit ke-24 di Jakarta, Rabu (6/9/2023).

Seoul - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol meminta maaf setelah Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang dipimpinnya kalah telak dalam pemilihan umum parlemen pekan lalu.

"Saya minta maaf karena gagal memperhatikan dan menjunjung tinggi keinginan masyarakat," kata Yoon dalam pertemuan kabinet di Seoul, Selasa, seperti disampaikan seorang pejabat senior kepresidenan.

Permintaan maaf tersebut disampaikan enam hari setelah PPP dikalahkan dalam pemilu 10 April lalu. PPP hanya memenangkan 108 kursi di Majelis Nasional yang beranggotakan 300 orang.

Mengartikan kekalahan pemilu sebagai evaluasi publik terhadap cara dia menjalankan pemerintahan, Yoon menekankan pentingnya komunikasi dengan rakyat.

"Kita semua harus dengan rendah hati menerima sentimen masyarakat yang terungkap dalam pemilu," ujarnya.

Ia berjanji akan lebih banyak berkomunikasi dengan sikap yang lebih rendah hati dan fleksibel, serta menjadi orang pertama yang mendengarkan sentimen publik dengan cermat.

Pemilu ini dipandang sebagai keputusan tegas terhadap pemerintahan Yoon selama dua tahun terakhir, dari total lima tahun periode masa jabatan sebagai presiden.

Perdana Menteri Han Duck-soo, Kepala Staf Kepresidenan Lee Kwan-sup dan sebagian besar sekretaris senior kepresidenan telah menawarkan pengunduran diri untuk bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.

Yoon, presiden pertama sejak demokratisasi Korsel yang bekerja dengan parlemen yang dikuasai oposisi selama lima tahun masa jabatannya, menghadapi semakin banyak seruan untuk mengubah jalannya urusan kenegaraan dan meningkatkan hubungan dengan Majelis Nasional.

"Meskipun dalam dua tahun sejak pelantikan saya, saya hanya memperhatikan rakyat dan mengambil jalan demi kepentingan nasional, saya gagal memenuhi harapan rakyat," kata Yoon kepada kabinetnya dalam pidato pembukaan yang disiarkan langsung.

"Padahal, saya telah menentukan arah yang benar dalam urusan kenegaraan dan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Namun, saya yakin saya kurang dalam menciptakan perubahan yang bisa dirasakan oleh masyarakat," ujarnya, menambahkan.

Yoon secara khusus mencatat kurangnya kepedulian terhadap warga Korsel yang mengalami kesulitan, dengan mengatakan meskipun pemerintahantelah melakukan upaya terbaik untuk mengendalikan inflasi, meningkatkan kesehatan fiskal, menambah pasokan perumahan dan melindungi investor saham ritel--tak satu pun tindakan tersebut yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat berpenghasilan rendah.

"Pada akhirnya, betapa pun benarnya arah kehidupan bernegara dan betapa pun baiknya kebijakan yang kita dorong, jika masyarakat tidak bisa merasakan perubahan yang nyata, maka pemerintah gagal menjalankan perannya," ujarnya.

"Saya akan mendekatkan diri kepada masyarakat dan menggali lebih dalam penghidupan masyarakat, mendengarkan kesulitan di lapangan, dan lebih aktif mengurus kehidupan masyarakat," lanjutYoon.

Yoon kemudian berjanji untuk mempercepat penerapan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat sambil mengisi kesenjangan, dengan mengumpulkan opini publik melalui pertemuan-pertemuan di balai kota.

Namun, ia mengindikasikan bahwa ia tidak berniat mundur dari rencananya untuk meningkatkan penerimaan mahasiswa baru di sekolah kedokteran--sebuah isu yang telah menyebabkan ribuan dokter muda meninggalkan pekerjaan mereka sebagai bentuk protes--sehingga mengganggu layanan kesehatan di Korsel sejak Februari lalu.

"Saya akan terus mengupayakan tiga reformasi besar di bidang ketenagakerjaan, pendidikan, dan pensiun, serta reformasi medis, dengan tetap memperhatikan pendapat rasional. Pemerintah harus memenuhi tanggung jawabnya semaksimal mungkin sambil bekerja sama secara erat dan lebih jauh dengan Majelis Nasional," ujar Yoon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.