Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Beban Utang dan Belanja Iklim Picu Negara Berkembang ke Jurang Kebangkrutan

📅 Selasa, 16 Apr 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Beban Utang dan Belanja Iklim Picu Negara Berkembang ke Jurang Kebangkrutan Doc: ISTIMEWA
Ket. International Monetary Fund (IMF)

LONDON - Universitas Boston pada malam pertemuan musim semi (spring meeting) Dana Moneter Internasional IMF dan Bank Dunia baru-baru ini merilis sebuah laporan. Laporan itu menyebutkan bahwa negara-negara berkembang akan membayar utang luar negeri sebesar 400 miliar dollar AS pada tahun 2024.

Hal itu menyebabkan 40 negara lebih tidak dapat membelanjakan uang yang mereka butuhkan untuk adaptasi iklim dan pembangunan berkelanjutan tanpa risiko gagal bayar dalam lima tahun ke depan.

The Straits Times, dalam laporan bertajuk "Debt Relief for Green and Inclusive Recovery Project (DRGR)" menemukan bahwa 47 negara berkembang akan mencapai ambang batas kebangkrutan atas utang luar negeri dalam lima tahun ke depan jika mereka menginvestasikan jumlah yang diperlukan untuk mencapai Agenda 2030 dan kesepakatan Paris.

"Mereka berada dalam tekanan utang yang tinggi sehingga mengalami gagal bayar (default), mengingat kondisi utang saat ini, jika mereka mencoba memobilisasi pembiayaan semacam itu," kata Direktur Pusat Kebijakan Pembangunan Global, Universitas Boston, Kevin Gallagher.

Sebanyak 19 negara berkembang lainnya, jika tanpa bantuan akan kekurangan likuiditas untuk memenuhi target belanjanya, meskipun mereka belum mendekati ambang batas default.

Laporan tersebut menyerukan perombakan arsitektur keuangan global, bersamaan dengan pengampunan utang bagi negara-negara yang paling berisiko dan peningkatan pembiayaan terjangkau dan peningkatan kredit.

"Kita perlu memobilisasi lebih banyak modal dan menurunkan biaya modal bagi negara-negara jika kita ingin mencapai hal ini," kata Gallagher.

Proyek DRGR merupakan kolaborasi antara Pusat Kebijakan Pembangunan Global Universitas Boston, Heinrich- Boll-Stiftung, Pusat Keuangan Berkelanjutan, SOAS, dan Universitas London.

Laporan itu juga menekan IMF untuk mengubah cara mereka menghitung keberlanjutan utang, penilaian yang terdengar tidak masuk akal dan sangat penting untuk menentukan berapa banyak keringanan utang yang diterima negara-negara yang mengalami gagal bayar.

aJika IMF menganggap suatu negara mampu menangani jumlah utang yang terlalu tinggi, hal itu dapat membebani negara tersebut dengan pembayaran yang tidak terjangkau, yang mungkin akan mendorong negara tersebut kembali ke kondisi gagal bayar (default).

"Jika komunitas internasional tidak bertindak dengan cepat dan sepakat memberikan keringanan utang secara menyeluruh, di samping likuiditas baru, hibah, dan pendanaan pembangunan yang lunak maka dampak yang ditimbulkan menjadi sangat besar," kata laporan tersebut.

Terus Terperangkap Utang

Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomi (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, mengatakan beban pembayaran utang luar negeri yang besar akan sangat berdampak pada berkurangnya kapasitas negara-negara berkembang untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan dengan risiko jangka panjang negara-negara tersebut akan terus terjebak dalam perangkap utang luar negeri.

"Hal ini juga menyebabkan agenda-agenda internasional seperti SDGs dan adaptasi iklim menjadi makin sulit untuk dicapai," kata Aloysius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.