Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, KBRI Tokyo Tangani Laporan WNI Sakit di Jepang

24 Kamis, 11 Apr 2024, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, KBRI Tokyo Tangani Laporan WNI Sakit di Jepang Gerak Cepat, KBRI Tokyo Tangani Laporan WNI Sakit di Jepang Doc: ANTARA/HO-Instagram @japan_guide_indonesia
Ket. Tangkapan layar - Pemagang Indonesia, Intan Sifhany, menderita sakit di Jepang.

Jakarta - Kementerian Luar Negeri dan KBRI Tokyo telah menindaklanjuti laporan adanya warga negara Indonesia (WNI) bernama Intan Sifhany, yang menderita sakit di Prefektur Oita, Jepang.

Menurut keterangan Intan kepada KBRI, dia merasakan sakit di bagian perut pada Maret 2024 hingga harus menjalani operasi.

Biaya tindakan selama di rumah sakit menjadi tanggung jawabnya pribadi, karena pihak perusahaan belum mengurus asuransi bagi Intan.

"Sebagai langkah pelindungan awal, KBRI Tokyo telah mengirimkan bahan bantuan makanan dan berkoordinasi dengan simpul masyarakat WNI di Oita guna membantu Saudara Intan," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha dalam keterangan tertulis, Rabu.

Selanjutnya, KBRI akan berkomunikasi dengan pihak perusahaan(kumiai)dan pihak yang memberangkatkan Intan ke Jepang untuk mengurus pemenuhan hak-haknya sesuai ketentuan yang berlaku.

Intan sempat bekerja di Osaka pada 2023, sebelum kemudian pulang ke Indonesia.

Pada Januari 2024, pemagang asal Sukabumi, Jawa Barat itu kembali ke Jepang setelah dijanjikan pekerjaan baru di Oita.

Kasus Intan menjadi viral di media sosial setelah akun Instagram @japan_guide_indonesia memberitakan penyakit yang dia derita.

Dalam video yang diunggah pada 8 April lalu, Intan tampak susah payah ketika berusaha untuk duduk dari posisi tidur di atastatami.

Intan yang menunjukkan raut wajah kesakitan bahkan harus dibantu seorang temannya hanya untuk duduk.

Ia disebut menderita infeksi usus dan membutuhkan perawatan laparotomi yang biayanya mencapai 500 ribu yen (sekitar Rp52 juta).

"Jangankan berjalan, ke kamar kecil pun dia tidak bisa dan hanya merintih kesakitan.. dan tidak ada uang sepeser pun," demikian keterangan dalam video tersebut, merujuk pada kesulitan biaya yang kini sedang dihadapi Intan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.