Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gedung Putih Tegaskan Kembali AS Terbuka Dialog dengan Korea Utara

📅 Rabu, 10 Apr 2024, 16:03 WIB | Oleh:
Gedung Putih Tegaskan Kembali AS Terbuka Dialog dengan Korea Utara Doc: Yonhap
Ket. Mira Rapp-Hooper, direktur senior Dewan Keamanan Nasional untuk Asia Timur dan Oseania, berbicara dalam konferensi pers di Foreign Press Center di Washington pada 9 April 2024.

WASHINGTON - Seorang pejabat Gedung Putih menegaskan kembali keterbukaan Amerika untuk berdialog dengan Korea Utara mengenai berbagai topik "tanpa prasyarat". Bulan lalu ia menyebutkan tentang kemungkinan "langkah sementara" menuju denukilirisasi Korea Utara.

Dalam konferensi pers, Mira Rapp-Hooper, direktur senior Dewan Keamanan Nasional untuk Asia Timur dan Oseania, menguraikan pernyataannya sebelumnya tentang keterbukaan Washington untuk mempertimbangkan langkah-langkah sementara menuju denuklirisasi Korea Utara.

Dalam leksikon negosiasi bagi Korea Utara, langkah-langkah sementara biasanya mencakup tindakan-tindakan seperti pembekuan pengembangan senjata nuklir oleh Pyongyang sebagai imbalan atas keringanan sanksi atau insentif lainnya - sebuah alasan mengapa pernyataannya menimbulkan spekulasi mengenai potensi perubahan kebijakan AS.

"Komentar mengenai langkah-langkah sementara sering kali ditafsirkan dalam pengertian pengendalian senjata yang ketat mengenai definisi dari langkah-langkah sementara," katanya dalam pengarahan di Foreign Press Center seperti dilaporkan Yonhap.

"Kami terbuka untuk membicarakan berbagai topik dengan DPRK jika mereka ingin berbicara dengan kami mengenai hal-hal yang dapat membuat Semenanjung Korea dan Indo-Pasifik lebih aman," katanya. DPRK adalah singkatan dari nama resmi Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.

Dia juga menggarisbawahi bahwa gagasan langkah-langkah sementara "sepenuhnya konsisten" dengan pendekatan kebijakan yang telah diartikulasikan oleh pemerintahan Presiden Joe Biden.

"Seperti yang Anda ketahui, kami telah menghubungi DPRK berkali-kali dan belum mendapat tanggapan apa pun," katanya. "Pesan yang disampaikan di sana adalah kami ingin mereka datang ke meja perundingan dan memberi tahu kami apa yang ingin mereka bicarakan dan kami akan siap untuk membicarakannya."

Bagi beberapa kritikus di Korea Selatan, gagasan langkah sementara dengan Pyongyang menimbulkan kesan buruk karena dapat ditafsirkan sebagai gangguan terhadap tujuan akhir denuklirisasi penuh Korea Utara.

Namun para ahli lain memandang langkah-langkah sementara sebagai langkah yang diperlukan untuk menciptakan momentum dalam proses yang mungkin memakan waktu untuk menjaga Korea Utara tetap pada jalur menuju denuklirisasinya.

Mengomentari kunjungan legislator terkemuka Tiongkok, Zhao Leji, ke Korea Utara, Rapp-Hooper mengungkapkan harapannya bahwa selama kunjungan tersebut, pejabat Tiongkok tersebut akan mengangkat isu-isu mengenai retorika dan tindakan Korea Utara yang mengkhawatirkan serta kerja sama militernya dengan Rusia.

"Kami berharap mereka akan mengangkat permasalahan ini demi kepentingan menjadikan kawasan ini lebih damai dan stabil," katanya.

Pada pertemuan puncak antara Biden dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida yang dijadwalkan pada hari Rabu, Rapp-Hooper mengatakan bahwa dia tidak mengharapkan adanya pengumuman khusus mengenai Korea Utara dari pertemuan mereka.

"Tetapi kami bersemangat untuk melanjutkan kemajuan yang kami capai dalam pertahanan regional, integrasi pertahanan rudal regional secara lebih luas," katanya.

Mengenai kerja sama trilateral antara Korea Selatan, AS, dan Jepang, pejabat tersebut mengatakan bahwa kemajuan dalam kemitraan tiga arah akan dicatat dalam pernyataan bersama dari KTT Biden-Kishida.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.