Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menurut Analisa Pakar, Ini Penyebab Jalan Tol Bocimi Ambles

📅 Selasa, 09 Apr 2024, 00:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menurut Analisa Pakar, Ini Penyebab Jalan Tol Bocimi Ambles Doc: ANTARA/Henry Purba
Ket. Pekerja mengoperasikan alat berat saat perbaikan ruas jalan tol Bocimi KM 64 yang amblas di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (8/4/2024).

Jakarta - Analisa Pakar Komunikasi Bencana Muhammad Hidayat mengungkapkan cuaca ekstrem selama periode peralihan musim ditengarai menjadi penyebab utama amblesnya Tol Bocimi (akronim Bogor-Ciawi-Sukabumi) pada 3 April 2024.

"Ada rongga-rongga atau retakan di dalam tanah, yang saat hujan terisi air dan menyebabkan tanah mengembang, lalu mengakibatkan pergerakan tanah," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Hidayat menuturkan hujan yang kerap terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat adalah pemicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Menurutnya, Tol Bocimi menjadi salah satu wilayah di Jawa Barat yang rentan terhadap bencana tanah longsor. Tol Bocimi dibangun di perbukitan bergelombang dengan kemiringan lereng bervariasi mulai landai hingga agak curam.

Berdasarkan peta prakiraan gerakan tanah bulan April 2024, lokasi itu masuk dalam zona potensi gerakan tanah menengah-tinggi.

Kelapukan tanah yang cukup tebal dan kemiringan lahan yang agak curam, membuat hujan dengan intensitas tinggi dan cukup lama sebagai pemicu terjadinya bencana.

"Apalagi kalau kita lihat, kondisi tebing di lokasi kejadian memang agak curam dan memperbesar gaya dorong," kata Hidayat.

Insiden jalan Tol Bocimi longsor itu menyebabkan tiga kendaraan yang melaju dari arah Jakarta mengalami kecelakaan: satu MPV masuk lubang sedalam 15 meter dan dua lainnya menabrak median jalan akibat amblas yang terjadi. Seluruh korban dievakuasi dengan lancar tanpa korban jiwa.

Saat ini analisis sedang dilakukan untuk perbaikan di Tol Bocimi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana untuk membangun pondasi penahan sebagai upaya perbaikan temporer agar jalur yang tidak terdampak longsor dapat dilalui pemudik.

"Selain perbaikan perlu ada cek dan analisis wilayah di sekitar Tol Bocimi untuk siaga mengamati retakan-retakan yang terjadi karena longsor tidak terjadi secara tiba-tiba, ada tanda-tandanya. Selain itu, harus ada rambu atau tanda khusus di sekitar area rawan bencana longsor agar pengguna jalan dapat meningkatkan kewaspadaan," kata Hidayat.

Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa kondisi amblas di jalan tol marak terjadi. Beberapa tahun lalu Tol Cipularang juga mengalami longsor.

Tak hanya jalan tol, secara umum wilayah tengah hingga selatan Pulau Jawa memang cukup rawan amblas dan longsor. Apalagi ditambah cuaca ekstrem pada sepuluh hari pertama bulan April 2024.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari berharap pemudik bisa lebih waspada dan menghindari berkendara dalam kondisi hujan. Hujan yang berlangsung lebih dari satu jam meningkatkan resiko amblas dan longsor.

Beristirahat direst areamenjadi pilihan terbaik jika kondisi cuaca kurang bersahabat, agar mudik tetap selamat," ucap Muhari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.