Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pedagang Musiman Kulit Ketupat Padati Area Sekitar Pasar Palmerah

📅 Senin, 08 Apr 2024, 17:36 WIB | Oleh:
Pedagang Musiman Kulit Ketupat Padati Area Sekitar Pasar Palmerah Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Sejumlah pedagang kulit ketupat menggelar barang dagangannya di sepanjang jalan sekitar Pasar Palmerah, Jakarta Barat pada Senin (8/4).

JAKARTA - Sejumlah pedagang musiman yang berjualan kulit ketupat dan janur mulai memadati area di sekitar Pasar Palmerah yang terletak di Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

"Saya sudah berjualan dari lima hari sebelum Lebaran, sampai malam takbiran lah di sini," kata Ahmad, seorang pedagang asal Serang Banten ketika ditemui ANTARA di pinggir jalan depan Pasar Pisang, Jakarta, Senin.

Ahmad yang sehari-harinya aktif berdagang sebagai ahli dekorasi janur di Pasar Rawa Belong itu menuturkan sebagai pedagang musiman ia dan pedagang lainnya membuka lapak sampai malam hari.

Dalam pantauan ANTARA di lapangan, ada sekitar lebih dari 30 pedagang menggelar barang jualannya di lokasi yang sama.

"Kalau di sini kami pedagang musiman, tidur dan bangun kerja hari-hari ya di sini. Kan buka terus," ujarnya.

Adapun barang yang dijual yakni daun janur berwarna kekuningan dan kulit ketupat yang berasal dari daun pohon kelapa muda. Para pembeli yang berminat bisa mengeluarkan dana sebesar Rp7 ribu hingga Rp10 ribu untuk 10 buah kulit ketupat.

Sementara untuk seikat janur yang berisi sekitar 30 sampai 40 daun dapat dibeli seharga Rp5 ribu hingga Rp10 ribu.

Ahmad mengatakan dalam sehari ia bisa meraup pendapatan sebanyak Rp500 ribu per hari. Namun, ada waktu di mana pendapatan pedagang berkurang karena intensitas pembelian yang tidak menentu.

Pedagang lain yang bernama Suminta, turut mengatakan besar pendapatan tersebut tidak bisa terlepas dari situasi jual-beli yang saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan masa pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.

Menurut diaselama adanya pembatasan hanya sedikit pedagang yang berani menggelar dagangannya, pembeli pun takut untuk melihat-lihat meski hanya dalam waktu yang singkat. Pasokan barang yang tersedia di Jakarta juga lebih sedikit dibanding hari-hari biasa.

Akibatnya, pedagang sempat menaikkan harga lebih tinggi seperti 10 kulit ketupat yang dihargai sampai Rp40 ribu pada masa itu.

Namun kini, Suminta mengatakan para pedagang bisa membawa puluhan ribu kulit ketupat dan janur dari pemasok dalam jumlah yang besar secara leluasa, tergantung dari modal yang dimiliki oleh pedagang.

"Tergantung modal yang dipunya ya, kayak saya itu sekarang lagi bawa kulit ketupat dari pemasok yang ada di Serang, Banten beli Rp3 juta. Kalau buatnya sehari-hari sesuai keuletan saja ya. Saya biasa bisa jadi 1.000 kulit ketupat per hari," ucap Suminta.

Sementara itu, warga asal Kemanggisan bernama Dina menyatakan senang berkunjung ke sentra kulit ketupat tersebut karena lokasinya cukup dekat dari rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...
Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.