Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Ingatkan Distribusi Tenaga Kesehatan Penting Guna Memberikan Akses Pelayanan Merata di RI

📅 Senin, 08 Apr 2024, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Ingatkan Distribusi Tenaga Kesehatan Penting Guna Memberikan Akses Pelayanan Merata di RI Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi memberikan keterangan di ASEEC Unair, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (18/1/2024).

Jakarta - Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, distribusi tenaga medis dan kesehatan yang merata di tanah air penting dalam penyediaan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Dia menjelaskan bahwa pada Hari Kesehatan Sedunia 2024, temanya adalah "My Health, My Right", yang mengingatkan bahwa semua orang berhak mendapatkan layanan kesehatan, gizi, dan edukasi tanpa diskriminasi.

Nadia menuturkan, untuk memenuhi hak tersebut, perlu ada pemerataan akses, salah satunya dengan pemerataan SDM kesehatan.

"Jumlah rasio tenaga kesehatan kita itu belum sesuai ya. Kalau kita lihat rasio dokter dengan penduduk kita hanya 0,47 per seribu penduduk. Kalau kita rata-rata dunia itu 1,76 per seribu," ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Minggu.

Oleh karena itu, kata Nadia, ada sejumlah upaya yang dilakukan, seperti pemberian 3000 beasiswa bagi SDM kesehatan. Beasiswa tersebut, ujarnya, diberikan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, beasiswa itu dimaksudkan agar para dokter umum berminat menjadi dokter spesialis. Dia menjelaskan, sebanyak 30 dari 38 provinsi di Indonesia masih kekurangan tenaga spesialis.

Selain pemberian beasiswa, katanya, mereka juga mencanangkan pendidikan berbasis rumah sakit guna memproduksi lebih banyak tenaga medis, agar distribusi semakin merata.

"Kita berharap lebih banyak lagi rumah sakit yang mengampu. bukan hanya rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan, tapi ada rumah sakit BUMN, rumah sakit swasta, rumah sakit umum daerah dapat mengembangkan proses pendidikan berbasis rumah sakit tadi," kata dia menambahkan.

Upaya-upaya lainnya, kata dia, adalah penyederhanaan registrasi untuk Surat Izin Praktik (SIP) serta Surat Tanda Registrasi (STR).

"Kemudian yang lain adalah kemudahan untuk diaspora untuk kembali ke Indonesia, ya. Proses adaptasi, kemudian bagaimana untuk diaspora bekerja kembali ke Indonesia," katanya.

Selain distribusi SDM yang merata, kata Nadia, sarana dan prasarana pun perlu ditingkatkan guna perluasan akses.

Oleh karena itu, katanya, Kementerian Kesehatan melakukan upaya seperti peningkatan fasilitas peralatan di puskesmas, distribusi antropometri, serta USG guna deteksi dini serta pencegahan yang lebih baik di tingkat pelayanan primer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.