Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BKKBN Ingatkan Generasi Muda Papua Harus Cerdas Sambut Indonesia Emas

📅 Sabtu, 06 Apr 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala BKKBN Ingatkan Generasi Muda Papua Harus Cerdas Sambut Indonesia Emas Doc: ANTARA/HO-BKKBN
Ket. Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo saat mengisi kuliah umum bagi mahasiswa Program Studi Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jayapura, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Kamis (4/4/2024).

Jakarta - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo mengatakan bahwa generasi muda di Papua harus cerdas untuk menyambut Indonesia Emas 2045.

"Anda harus maju, harus cerdas, dan Anda harus mencerdaskan keluarga yang nanti ada di lingkungan anda," katanya dalam siaran pers yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan hal tersebut saat mengisi kuliah umum bagi mahasiswa Program Studi Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jayapura, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Kamis (4/4).

Menurutnya, untuk mencapai Indonesia Emas 2045, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Papua Tengah.

Dokter spesialis kebidanan dan ginekologi ini menyebutkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga sangat terkait dengaan penurunan stunting, sehingga penting untuk menciptakan generasi yang berkualitas.

"Keluarga berkualitas sebagai kunci sukses untuk menuju Indonesia Emas. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa untuk menuju Indonesia Emas 2045, sumber daya manusia Indonesia harus unggul," ucapnya.

Ia juga mengapresiasi Program Studi Keperawatan Nabire yang mayoritas mahasiswanya adalah putra/putri asli Papua Pedalaman dan Pegunungan, dengan jumlah mahasiswa mencapai hampir 80 persen.

"Mereka adalah penentu masa depan bangsa karena mereka akan memiliki anak kelak. Sehat dan cerdas atau tidaknya anak mereka kelak, akan ditentukan oleh mereka sendiri," tuturnya.

Adapun materi yang disampaikan Hasto dalam kuliah umum tersebut fokus pada delapan fungsi keluarga, utamanya masalah perceraian dan kesehatan reproduksi yang erat kaitannya dengan masalah stunting.

"Stunting menjadi penghambat perkembangan dan pertumbuhan anak yang akan berimplikasi pada kualitas sumber daya manusia. Untuk itu, generasi muda Papua Pegunungan Tengah perlu mencegah stunting sejak dini," kata dr. Hasto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.