Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Komnas HAM dan Menko Polhukam Bahas Papua dan Pelanggaran HAM Berat

📅 Jumat, 05 Apr 2024, 01:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komnas HAM dan Menko Polhukam Bahas  Papua dan Pelanggaran HAM Berat Doc: ANTARA/HO-Komnas HAM
Ket. Perkuat koordinasi -- Menko Polhukam Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto (empat kiri) bersama jajaran komisioner Komnas HAM saat bertemu di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (3/4). Ini untuk memperkuat koordinasi dan fungsi Komnas HAM.

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto membahas sejumlah isu terkait pelanggaran HAM berat masa lalu dan situasi HAM di Papua.

Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro dalam siaran resmi Komnas HAM di Jakarta, Kamis (4/4), menyebut pertemuan dengan Menko Polhukam di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (3/4), merupakan wujud koordinasi antara Komnas HAM dan Kemenko Polhukam untuk memperkuat tugas dan fungsi Komnas HAM ke depan, termasuk dalam penanganan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu dan pencegahan pelanggaran HAM ke depan.

Dalam pertemuan itu, Atnike memaparkan pengamatan Komnas HAM terkait situasi di Papua sepanjang 2023. Komnas HAM menemukan ada 114 peristiwa terkait HAM di Papua sepanjang 2023, yang 81 di antaranya melibatkan konflik bersenjata dan kekerasan.

"Pada Tahun 2023, Komnas HAM mencatat 114 peristiwa HAM meliputi peristiwa berdimensi kekerasan dan konflik bersenjata, hak atas pendidikan, hak atas ketenagakerjaan, hak atas kesehatan dan konflik agraria. Dari total tersebut, 81 peristiwa berdimensi kekerasan dan konflik bersenjata," kata Atnike.

Dia juga menyinggung kasus kekerasan yang melibatkan prajurit TNI terhadap seorang warga sipil orang asli Papua (OAP), yang diyakini oleh TNI sebagai anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB). Terkait itu, Komnas HAM memuji sikap dan langkah Kemenko Polhukam yang mengedepankan penegakan hukum untuk menindak peristiwa kekerasan tersebut.

Atnike menyatakan Komnas HAM menilai hukum penting ditegakkan karena itu bentuk akuntabilitas negara dan komitmen pemerintah terhadap penegakan HAM di Indonesia, termasuk di Papua.

Kemudian terkait pelanggaran HAM berat, Komnas HAM mendukung Kemenko Polhukam untuk melanjutkan penyelesaian non-yudisial atas kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Kemenko Polhukam, untuk masalah itu, merupakan pengampu Tim Pemantau Pelaksanaan Rekomendasi Non-Yudisial Pelanggaran HAM yang Berat (PKP HAM).

Komnas HAM meyakini keberlanjutan itu penting agar ada lebih banyak korban yang hak-haknya dipulihkan dan mendapatkan kompensasi atas pelanggaran HAM berat yang mereka dan keluarga alami pada masa lalu.

"Komnas HAM memandang perlunya tindak lanjut atas mekanisme non-yudisial yang diatur dalam Inpres (Instruksi Presiden) Nomor 2 Tahun 2023 agar korban dan masyarakat memperoleh manfaat yang lebih luas," kata Atnike.

Integritas Papua

Sementara itu, Staf Khusus Presiden RI Bidang Inovasi, Pendidikan, dan Daerah Terluar Billy Mambrasar dan Menko Polhukan Hadi Tjahjanto berkomitmen untuk berkolaborasi terus menjaga keamanan dan stabilitas Papua di bawah kedaulatan NKRI.

Billy memaparkan upayanya dalam mendorong percepatan pembangunan Papua berbasis kesejahteraan masyarakat. "Dalam perjalanan hampir lima tahun ini, satu hal yang menjadi konsentrasi kami adalah permalasahan sumber daya manusia, baik di Papua sendiri maupun di daerah terluar lainnya," kata Billy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

32 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.