Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korlantas Gunakan Drone Perkuat Pengaturan Arus Mudik

📅 Kamis, 04 Apr 2024, 17:46 WIB | Oleh:
Korlantas Gunakan Drone Perkuat Pengaturan Arus Mudik Doc: ANTARA/Laily Rahmawaty
Ket. Korlantas Polri menggunakan drone untuk mengoptimalkan pengaturan arus mudik di jalan tol, Kamis (4/4).

JAKARTA - Korps Lalu Lintas Polri menggunakan teknologi pesawat nirawak (drone) untuk memperkuat pengaturan arus lalu lintas saat mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

Penggunaandrone commondKorlantas Polri itu diperkenalkan kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga saat meninjau kesiapan pengaturan arus mudik Lebaran 2024 di Command Center KM 29, Cikarang, Jawa Barat, Kamis.

Direktur Penegakan Hukum KorlantasPolri Brigadir JenderalPolisiRaden Slamet Santoso mengatakan penggunaandrone commondberdasarkan hasil evaluasi dari Menko PMK dan kementerian lainnya dalam pengaturan arus lalu lintas.

"Sehingga untuk penggunaandroneini kami baru realisasikan tahun ini," kata Slamet.

Drone commondmemiliki kemampuan jelajah sampai 20 kilometer dari pangkalan dengan kemampuan memperbesar gambar (zoom) hingga 30 kali.

Pangkalan drone dirancang portabel sehingga bisa berpindah tempat untuk mengoperasikandroneyang bisa mengoptimalkanblank spot(titik buta), mengingat CCTV yang tersebar di sepanjang jalan tol mulai Cikampek Utama sampai Kalikangkungada setiap 500 meter. Di antara itu ada titik butamakadrone commondmemperkuat di lokasi tersebut.

Penggunaandroneini membantu petugas Korlantas untuk menganalisis situasi arus lalu lintas dan mengambil kebijakan terkait cara bertindak yang dilakukan.

"Nanti di pangkalan portabel ada smsblast, masyarakat yang melintas mendapat informasi mengenai situasi arus lalu lintas terkini,"kata Slamet.

Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan penggunaandrone commonduntuk menyempurnakan sistem pemantauan tahun lalu, berdasarkan hasil evaluasi titik lemah CCTV yang terpasang antara satu dan lain berjarak 500 meter.

"Sehingga ada wilayah yangblank spotyang tidak ter-coveroleh CCTV yang menyebabkan petugas tidak akurat membuat perhitungan,"katanya.

Adanya drone commondtersebutmakablank spotitu akan terhubungsehingga analisa data dikomparasikan antara data CCTV dengan data daridrone.

Dengandrone commond, kata dia, apabila terjadi masalah di jalurblank spotbisa dipantau olehdronedan dicek secara detail dengan kemampuan pembesar gambar 30 kali.

"Termasuk nanti kalau ada kecelakaan lalu lintas,dronebisa digerakkan untuk memberikan informasi cara bertindak seperti apa yang dilakukan,"katanya.

Tidak hanya kecelakaan, termasuk mobil mogok dapat diatasi cepat dilakukan penindakan atau pembantuan oleh petugas.

Slamet mengatakandrone commondyang dioperasikan baru satu unit dan akan dioperasikan sepanjang jalur mudik, terutama di Cikampek-Kalikangkung dan arah Selatan (Bandung).

"Jadi,droneinimobile, pangkalannya bergerak tidak di satu titik saja. Dengan radius 20 kilometercukup men-cover,"kata Slamet.

Rencananya tahun depandrone commondakan ditambah menjadilima unit dan dapat disiagakan di CommandCenter KM29 dan KM188 Cipali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.